by

Di Purbalingga, Mulai 1 Juni 2020 Keluar Rumah Tak Pakai Masker Akan Dikarantina

-hukum, Update-dibaca 2.40Rb kali | Dibagikan 111 Kali

Mulai 1 Juni 2020, Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten akan memberlakukan sanksi bagi warga masyarakat yang tidak menggunakan masker dan warga masyarakat yang berstatus ODP yang kedapatan bepergian. Mereka akan diinapkan semalam di rumah karantika kabupaten.

“Ini akan diimplementasikan mulai 1 Juni 2020,” tegas Ketua Tim Gugus Tugas yang juga Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi kepada cyber media lintas24.com, Minggu (31 Mei 2020)

Ia menjelaskan, pasar tradisional yang dikunjungi beberapa hari sebelumnya terdapat reaktif positif ketika dilakukan rapid test. Rapid test positif belum dapat dikatakan korona karena harus dilakukan test usap/swab

“Namun demikian, saya berharap hasil rapid test menjadi kewaspadaan tersendiri bagi seluruh masyarakat agar senantiasa mentaati protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker,  menjaga jarak dan lain sebagainya,” tuturnya.

Pasar tradisional yang dikunjungi Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi bersama rombongan adalah Pasar Badog di Kelurahan Bancar, Pasar Hartono di Purbalingga Kulon dan Pasar Hewan. Dari hasil rapid test, di Pasar Badog Bancar terdapat 4 orang reaktif, pasar Hartono 2 reaktif, dan di Pasar Hewan tidak ditemukan reaktif positif.

“Di sejumlah pasar yang dikunjungi hampir semua pedagang dan pengunjung sudah menggunakan masker. Dan disejumlah sudut juga telah disediakan tempat cuci tangan,” tuturnya.

Ia menambahkan, rencananya melalui Disperindag, pemkab akan dilakukan rekayasa tempat berjualan. Antar lapak pedagang akan dibuat berjarak minimal 1 meter, sesuai anjuran dari Kemenkes.

“Mulai minggu depan, para pedagang di pasar Badog maupun pasar hewan saya minta diatur ulang jaraknya agar memenuhi protokol kesehatan.” kata Tiwi.

Informasi dari Tim Gugus Tugas Kabupaten, per Minggu 31 Mei 2020 ada 3 pasien positif korona yang dinyatakan sembuh. Tiga orang positif yang dinyatakan sembuh adalah Rus (76), Khad (45) keduanya asal Bojongsari dan Kus (38) asal Padamara. Ketiganya merupakan klaster Gowa. Sehingga jumlah pasien positif korona yang sembuh secara komulatif menjadi 31 orang, yang meninggal 1 orang dan masih dirawat di rumah sakit 25 orang

 

 

 

Comment

Berita Lainnya