Di Patikraja Banyumas. Bobol 21 Kotak Suara dan Gondol Dokumen C1. Petugas PPS Ditangkap Bawaslu

By: On: Dibaca: 27,224x
Di Patikraja Banyumas. Bobol 21 Kotak Suara dan Gondol Dokumen C1. Petugas PPS Ditangkap Bawaslu

Dua orang anggota Pantia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas diduga membobol kotak suara yang disimpan di gedung Balai Desa Notog. Aksi tersebut dilakukan disaat proses rekapitulasi hitung suara tingkat Kecamatan sedang berlangsung di tempat yang sama, Jumat (19 April 2019) malam.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyumas telah mengambil alih kasus tersebut setelah mendapat laporan adanya  pencurian dokumen kotak suara.

”Ya, benar ada 21 Kotak suara TPS Desa Sidabowa yang dibuka segelnya oleh pelaku Tr (42) dan Ei (45) dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB Keduanya datang ke gudang penyimpanan kotak suara‎ yang berada di Balai Desa Notog melalui pintu samping. Selanjutnya kedua pelaku merusak segel kotak suara dengan menggunakan gunting dan membawa berkas yang berada di dalam kotak suara. Aksi tersebut sempat diketahui oleh relawan yang sedang bertugas menjadi saksi saat rekapitulasi C1,” ungkap Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu, Saleh Darmawan.

Ia menambahkan, informasi awal diterima, terduga pelaku terlihat memotong segel kotak suara dengan gunting dan mengambil berkasnya. Dan berkas itu dimasukan ke mobil yang diparkir di samping gedung. Melihat keganjilan tersebut, pelapor Joko Prasongko (56) yang relawan Prabowo – Sandi kemudian memberitahukan kepada rekannya sesama relawan, saat di lihat lagi mobil bak terbuka pelaku sudah melaju keluar komplek balai desa.

Ia bersama rekannya berusaha mengejar mobil tersebut namun tidak berhasil.‎ Hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas PPK dan Panwaslu Kecamatan yang berada di lokasi rekapitulasi. Menghindari ketegangan berlanjut, kedua pelaku kemudian diamankan petugas kepolisian dan dibawa ke kantor Bawaslu Banyumas untuk dimintai keterangan lebih lanjut

“Alasan kedua pelaku itu, dokumen C1 diambil untuk disinkronisasi. Selanjutnya kedua pelaku dibawa ke Bawaslu untuk dimintai keterangan lebih lanjut untuk mengetahui mengarah ke tindak pidana pemilu atau tindak pidana umum. Sebelum dibawa ke kantor Bawaslu Banyumas, kedua pelaku menjalani pra rekontruksi yang disaksikan Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudantara Salamun,”ungkapnya.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!