Di Boyolali, PKB Cuma Raih 2 Kursi Tapi Dapat Jatah Kursi Pimpinan DPRD

By: On: Dibaca: 15,911x
Di Boyolali, PKB Cuma Raih 2 Kursi Tapi Dapat Jatah Kursi Pimpinan DPRD

 

Alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boyolali akan segera disusun. Dari 45 anggota DPRD Boyolali masa keanggotyaan 2019-2024 yang dilantik hari ini Senin (19 Agustus 2019), 35 diantaranya adalah wakil dari PDIP.

Kemudian disusul Partai Golkar yang mendapatkan 4 kursi, PKS dengan tiga kursi, PKB 2 kursi dan Partai Gerindra memperoleh 1 kursi. Menjabat sebagai Ketua sementara DPRD Boyolali, S Paryanto dari PDIP dan Fuadi dari Partai Golkar.

Ketua sementara DPRD Boyolali Paryanto mengungkapkan, pihaknya akan segera mengusulkan empat pimpinan DPRD dari empat parpol dengan perolehan suara terbanyak secara berurutan. Usulan itu akan dikirimkan ke Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

“Setelah ada pimpinan definitif, baru disusul dengan pembentukan alat kelengkapan Dewan. Pimpinan DPRD, sesuai normanya kan jelas pemenang partai berurutan,” tutur Paryanto yang juga ketua DPC PDIP Boyolali usai pelantikan di gedung DPRD Boyolali, Senin (19 Agustus 2019).

Sesuai UU MD3, lannjutnya, pimpinan DPRD yakni dari PDIP sebagai Ketua, sedangkan Wakil Ketua dari Golkar, PKS dan PKB. Karena dari 5 Parpol yang memperoleh kursi, hanya dua Parpol yang bisa membuat fraksi secara mandiri, yakni PDIP dan Golkar. Sedangkan PKS, PKB dan Gerindra harus bergabung. Dari hasil  pembicaraan dengan parpol lainnya, pihaknya mendapat informasi bahwa Golkar dan PKB akan bergabung dalam satu fraksi. Kemudian PKS bersama Gerindra juga membentuk fraksi sendiri. Sehingga di DPRD Boyolali nantinya kemungkinan hanya ada tiga fraksi.

” PKB yang mendapat dua kursi, akan memperoleh jatah kursi Pimpinan Dewan. Yang satu dari PKB jadi pimpinan, yang satu jadi anggota. Mau masuk dimana bingung, karena Alkap kita 7. Komisi ada 4 dan ada badan-badan. Kan tidak boleh dobel, harus memilih salah satu. Kami sudah konsultasi ke provinsi, bagaimana kalau terjadi seperti iniJadi kalau kita 45 (kursi), itu kursinya 4 pimpinan dewan orang diambilkan kursi terbanyak 1 sampai 4,” ungkap Paryanto.

Paryanto mengaku sudah konsultasi provinsi tentang komposisi Pimpinan Dewan Boyolali. Namun belum bisa memberikan jawaban detail, dan disarankan untuk konsultasi ke Pusat.

“Tapi saya kira Jakarta (pemerintah pusat) juga tidak bisa menyelesaikan, karena itu UU,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Paryanto mengungkapkan bahwa keterwakilan perempuan dalam keanggotaan DPRD Boyolali periode 2019-2024, mencapai 31 persen. Dari 45 anggota, 14 diantaranya adalah perempuan.

“Ya, memang keanggotaan DPRD Boyolali kali ini bisa memenuhi target 30 persen perempuan,” tutur Paryanto.

Anggota dewa perempuan terbanyak berasal dari PDIP yakni dari 35 kursi dari PDIP, 11 diantaranya adalah perempuan. Kemudian Golkar yang memperoleh 4 kursi, satu diantaranya perempuan. Begitu pula PKS, yang mendapat 3 kursi, salah satunya juga perempuan. Serta satu-satunya wakil rakyat dari Partai Gerindra, juga perempuan.

“Harapan kami ke depan untuk kader-kader perempuan yang sekarang masuk menjadi anggota legislatif, harapan kami agar mampu dan bisa mengembangkan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” harap Paryanto.

Dalam penyusunan alat kelengkapan Dewan, pihaknya nantinya juga akan meminta masukan. Sehingga ketika masuk di alat kelengkapan, para wakil rakyat tersebut bisa disesuaikan dengan kemampuan yang bersangkutan.

“Jadi ketika kita bicara tupoksi, mereka juga akan bisa mampu menjalakan tugas kedewanan,” tandasnya.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!