Dharma Adi Prasetyo Mahasiswa UMP Ciptakan Alat Ukur Detak Jantung dan Saturasi Oksigen

By: On: Dibaca: 105,786x
Dharma Adi Prasetyo Mahasiswa UMP Ciptakan Alat Ukur Detak Jantung dan Saturasi Oksigen

Di akhir masa studinya, Dharma Adi Prasetyo, mahasiswa Prodi Teknil Elektro Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) membuat alat nan bermanfaat untuk bidang kesehatan berupa alat ukur detak jantung dan saturasi oksigen dalam darah dan kadar hemoglobin sebagai materi skripsinya.

Dharma mengatakan hemodinamik atau aliran darah dalam sistem peredaran tubuh baik melalui sirkulasi magna ataupun sirkulasi purva penting dilakukan monitoring atau dilakukan pemantauan statusnya.

Apalagi untuk orang dengan tingkat alergi tinggi. Karena pemantauan terus menerus terhadap status hemodinamik, respirasi dan tanda-tanda vital lain akan menjamin deteksi dini bisa dilakukan dengan baik. Sehingga dapat mencegah pasien jatuh pada kondisi lebih parah.

Selama ini, kata dia kebanyakan monitoring atau mengambil data status hemodinamik masih menggunakam metode invasive. Sementara alat yang dibuatnya menggunakan metode non-invasive, sehingga tidak merusak jaringan kulit.

Dengan alat tersebut kata dia dalam mengukur bukan lagi berdasarkan besaran fisik yang ada di sekitar. Tapi dari besaran biologi yang ada di tubuh.

“Pengukuran dengan metode seperti ini pasti akan banyak di gunakan di masa depan, apalagi di era revolusi industri 4.0 ini. Karena pengambilan data digital yang cepat dan simple menggunakan sensor ke depan pasti akan dibutuhkan,” ujar dia.

Ia mengatakan dalam membuat alat tersebut juga mengalami beberapa kendala. Mulai dari mencari alat dan bahan pembuatnya yang susah didapatkan di Indonesia.

“Mau tidak mau cari di luar negeri, pesan online yang perlu waktu cukup lama. Karena memang susah didapat di Indonesia,” katanya.

Selain itu, kata dia dalam teknis pembuatan juga sempat mengalami kendala seperti pengambilan data dari sensor digital yang cukup sulit dan proses yang panjang.

“Karena prosesor pertama itu tidak cocok, jadi ganti prosesornya, tidak semua prosesor dapat melakukan pengambilan data, Saya berharap ke depan alat tersebut akan dikembangkan dan disempurnakan. Supaya layak diperjualbelikan,” katanya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!