by

Dewan Pendidikan Purbalingga Usulkan Belajar Kelompok Bagi Siswa SD Kelas 1 Sampai 3

-Pendidikan, Update-dibaca 3.58Rb kali | Dibagikan 14 Kali

Dewan Pendidikan Purbalingga menganggap pembelajaran model dalam jaringan (daring), khususnya bagi siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1-3 tidaklah efektif. Usul yang dilontarkan Dewan Pendidikan Kabupaten Purbalingga adalah  sistem  belajar kelompok dengan dikunjungi oleh guru dari sekolah, dan tetap  mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purbalingga, Ahmad Khatib,  menilai adanya Tatap Muka (Tapka) dalam belajar kelompok di suatu tempat selain sekolah, akan menumbuhkan kembali semangat anak didik karena  dapat kembali bersosialisasi dengan teman-temannya.

“Kami sebenarnya sudah pernah menyajikan materi soal pelaksanaan daring dan tatap muka ketika akan dilaksanakan di saat wabah ini. Namun, khusus untuk siswa SD kelas awal seperti kelas 1-3 sebaiknya tatap muka, namun tidak di sekolah,” tuturnya kepada siber lintas24.com, Jumat (21 Agustus 2020).

Pihaknya juga tidak memungkiri ketika kondisi suatu daerah adalah zona kuning atau hijau, sudah bisa dipastikan dapat melakukan sistem Tapka. Namun, syarat dan protokol kesehatan yang berlaku harus tetap dijalankan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Kami juga selalu mengingatkan agar pembelajaran secara daring tetap dievaluasi. Kemudian berbagai persoalan yang muncul di lapangan, ditindaklanjuti,” tambahnya.

Salah satu orang tua siswa Sekolah Dasar  di Purbalingga, Widiati, mengaku bahwa anaknya yang duduk di kelas 2 Sekolah Dasar belum melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun, saat mengisi angket siswa mengenai pembelajaran di masa pandemi, dirinya lebih memilih sistem daring.

“Kalau di grup WA hanya perintah mengerjakan tugas dan mengumpulkan kembali ke guru kelas masing-masing,” ungkapnya.

 

(Rizky Riawan Nursatria)

Comment

Berita Lainnya