by

Dewan Kesenian Purbalingga Bakal Gelar Pentas Virtual “Kangen Manggung”

Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Purbalingga (DKP), berencana membuat pentas virtual sekaligus penggalanan donasi bagi warga terdampak Covid-19.

Ketua DKP, Bowo Leksono menjelaskan, pandemi Covid-19 telah meluluhlantahkan seluruh sendi kehidupan dengan skup seluruh dunia. Seluruh warga terdampak dengan kapasitas yang berbeda. Salah satunya yang dialami para seniman.

“Seniman dan budayawan dalam hidupnya, selain membutuhkan hal material untuk melanjutkan kehidupannya, sejatinya yang tak kalah penting adalah kebutuhan spiritual, yaitu tetap bisa berkarya secara ideal,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima cyber media lintas24.com, Jumat (15 Mei 2020).

Ia menjelaskan, pentas virtual Kangen Manggung ini mengusung tema “Seniman Kuat, Korona Minggat”. Kegiatan ini berupa pentas seni di sebuah tempat yang tidak mudah terjangkau oleh masyarakat umum. Sehingga yang ada di lokasi hanya panitia dan pementas dengan mengacu pada protokol penanganan Covid-19.

Namun, bagi masyarakat umum akan disiarkan secara langsung (live streaming) di kanal-kanal media sosial dengan akun DKP dan akun-akun pendukung lainnya. Kemudian dokumentasi (video dan foto) kegiatan akan diposting di akun media sosial milik DKP.

“Tujuan dari pentas ini yaitu memberi ruang kreatif kepada para seniman di Kabupaten Purbalingga untuk tetap berkarya dan disaksikan khalayak secar virtual. Kemudian, turut aktif dengan membuka donasi bagi kebutuhan warga yang terdampak Covid-19 dan yang pasti sebagai hiburan bagi rakyat di tengah pandemi,” terangnya.

Pentas virtual akan dilaksanakan pada hari Sabtu, Minggu dan Senin, 16,17,18 Mei 2020. Pentas dimulai pukul 15.30 – 17.30 WIB. Adapun kesenian yang akan ditampilkan meliputi seni tradisional dan seni modern.

Pada hari pertama, akan dipentaskan Wayang Jemblung oleh Dalang Kusno, tari tradisi oleh Sanggar Tari Citra Budaya, musik organ tunggal oleh Martin Soliswan, aksi lukis oleh Chune Yulianto, monolog teater oleh Agustav Triono dari Katasapa, musik dari komunitas Beatbox Purbalingga, kentongan Kingsan dan band dari New Pelangi Band.

Pada hari kedua, akan dipentaskan begalan oleh Tuwarno, tari tradisi oleh Candra, band dari Ganis Dkk Band, Calung Ruwet oleh Feri Andri, pembacaan cerpen oleh Ryan Rachman dan Kukuh Pribadi, kentongan oleh Laskar Aji Saka, musik akustik oleh Agung dan band Kamuajo.

Sedangkan di hari terakhir akan dipentaskan ebeg oleh Paku Beling, musik bentongan dari Kelurahan Kalikabong, musik kolaborasi tari oleh Ani Susiningtyas, monolog oleh Trisnanto Budidoyo dari Lesbumi, stand up comedy oleh komunitas Stand Up Comedy Purbalingga, tutur lisan oleh Tomo Gondrong, wayang minimalis oleh Sutarko dan penutup band dari Modestly Band.

Pihaknya juga membuka donasi yang nantinya akan diberikan kepada para seniman terdampak korona. Hal ini karena banyak seniman yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya mendapatkan penghasilan dari pentas. Misalnya seniman ebeg yang sudah mendapatkan job pentas harus dibatalkan, atau guru ekstrakurikuler musik yang harus berhenti mengajar karena siswa diliburkan.

 

 

Comment

Feed Berita