by

Dewan Kesenian dan Bioskop Misbar Purbalingga Gelar Pentas Virtual Mengenang Sapardi Djoko Damono

-Budaya, Update-dibaca 14.52Rb kali | Dibagikan 73 Kali

Sosok kepenyairan Sapardi Djoko Damono di kancah perpuisian Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi. Salah satu karya fenomenal yang membuatnya dikenal hingga kini, yaitu Hujan Bulan Juni, sebuah puisi yang telah dialihwahanakan menjadi komik hingga film membuatnya terus eksis dan tidak mudah luntur di mata para pembaca dan penikmat karya-karyanya.

Kepergiannya di bulan Juli lalu membawa duka yang sangat dalam pada masyarakat seni dan sastra di Indonesia. Sebagai persembahan dan juga untuk mengenang penyair yang akrab disapa “SDD” ini.

Dewan Kesenian Purbalingga (DKP) berkolaborasi dengan Bioskop Misbar Purbalingga menggelar acara Mengenang Sapardi Djoko Damono, Jumat (7 Agustus 2020). Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual ditayangkan secara live streaming di YouTube Misbar Purbalingga dan tetap memerhatikan protokol pencegahan Covid-19

Komite Sastra DKP,  Agustav Triono menuturkan, acara ini diselenggarakan untuk mengenang sastrawan Indonesia tersebut yang karya-karyanya memberi pengaruh besar pada sastrawan generasi setelahnya.

“Eyang Sapardi, begitu biasa beliau dipanggil lahir di Surakarta, 20 Maret 1940 dan meninggal 19 Juli 2020. Puisi-puisinya yang terkenal antara lain Hujan Bulan Juni, Aku Ingin, dan Selamat Pagi Indonesia,” ungkap Agustav Triono kepada media siber lintas24.com, Jumat (7 Agustus 2020).

Menurutnya,  selain untuk mengenang karya dan sosok Eyang Sapardi, acara tersebut juga untuk menggairahkan iklim bersastra terutama puisi di kota Perwira. Selain dirinya, dia juga mengajak tampil baca puisi beberapa pegiat sastra, penyair dan pembaca puisi yang cukup dikenal di Purbalingga. Mereka adalah Trisnanto Budidoyo, Andi Prasetyo, Ryan Rachman, Vandi Romadhon, Windu Setyaningsih, Meinur Diana Irawati, Peni Tulus Handayani, Lintang Kumala dan Yani Ekasari.

“Selain itu juga ada penampil dari grup musik yang akan menggarap musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono yaitu MASTRI dan Komunitas Musik Padamara (KMP),” katanya.

Manajer Bioskop Misbar Purbalingga, Bowo Leksono menambahkan, acara sastra tersebut adalah acara pertama setelah beberapa bulan Misbar off karena pandemi Covid-19..

“Dengan kegiatan ini, saya berharap teman-teman seniman di masa pandemi ini terus bisa berkarya meski dengan pentas virtual,” ungkap Bowo Leksono yang juga menjabat Ketua DKP

Comment

Berita Lainnya