Debu PLTU Dikeluhkan Warga

By: On: Dibaca: dibaca 119.46Rbx
Debu PLTU Dikeluhkan Warga

PLTU Cilacap

CILACAP Puluhan warga Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan mendatangi kantor desa setempat, Selasa (25/8) pagi. Mereka datang untuk menyampaikan keluhan adanya debu dari aktivitas PLTU Cilacap sehingga mengotori halaman dan rumah mereka serta membahayakan kesehatan masyarakat desa setempat kepada kepala desa.

Warga menuntut pihak PT Sumber Segara Primadaya (S2P) selaku pengelola PLTU Cilacap agar membersihkan seluruh debu dan membebaskan warga dari polusi debu tersebut serta menuntut kompensasi.

Mereka yang sudah berkumpul di rumah ketua RW 05, Desa Karangkandri sejak pukul 08.00 WIB meneriakkan yel hapuskan debu kepada pihak PLTU, kemudian langsung berjalan menuju Kantor Desa Karangkandri.

Setelah warga melakukan orasi di halaman kantor desa, Kepala Desa Karangkandri Chasim bersama lima perwakilan warga menemui pihak manajemen PT S2P untuk memberitahukan keluhan warga masyarakat di sekitar ring satu.

Sebelumnya Chasim mengimbau agar warga tidak usah berbondong-bondong ke PLTU karena dirinya yang mewakili warga untuk menyampaikan keluhan warga.

Saya bersama Pak RW dan perwakilan warga datang langsung ke PLTU untuk bertemu dengan petinggi PLTU terkait debu yang kini telah menebal dan semakin membahayakan kesehatan warga. Sehingga kita akan berunding untuk membuat kesepakatan serta solusi yang terbaik, katanya.

Setelah berunding, didapat kesepakatan bahwa pimpinan dan beberapa karyawan akan mengundang dinas terkait dan turun ke rumah-rumah warga untuk melihat secara langsung polusi yang ditimbulkan oleh debu dari PLTU.

Pada Selasa (25/8) sore, petinggi PT S2P didampingi dinas terkait, kepala desa, dan perwakilan warga mendatangi beberapa rumah warga.

Sementara itu, Ketua RW 05 Desa Karangkandri Sunaryo ketika ditemui mengatakan, ada tiga tuntutan yang diajukan masyarakat terhadap PT S2P, yakni terkait polusi yang disebabkan debu dari PLTU, kompensasi, dan penanganan warga yang terkena ISPA akibat dampak dari debu tersebut.

Terkait debu, hingga kini belum ada penyelesaiannya, namun pihak perusahaan sedang berupaya untuk menyelesaikannya dalam waktu yang sangat singkat, katanya.

Tentang kompensasi yang dituntut warga, Sunaryo menjelaskan, pihak perusahaan belum bisa memberikan jawaban hari itu juga, sehingga minta waktu satu minggu, karena harus konsolidasi dengan pusat, sembari menerangkan bahwa sebenarnya dari perusahaan tidak ada kompensasi yang berbentuk uang, tetapi kompensasi akan diberikan dalam bentuk bantuan untuk modal usaha.

Dia menandaskan, bagi balita atau warga yang terkena infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) karena debu PLTU, dari perusahaan akan mengundang dokter spesialis dan akan dilakukan pengobatan gratis kepada warga secara rutin.

General Manager PT S2P Irvan Rachmat, Selasa (1/9), menanggapi positif dan berterimakasih kepada masyarakat yang telah peduli terhadap perusahaan, sehingga kepedulian ini jangan sampai dikecewakan.

Jadi mau tidak mau kita harus memberikan manfaat kepada warga sekitar, karena hal-hal seperti ini termasuk kontrol sosial, katanya.

Ditambahkan, mereka mengeluhkan debu yang ditimbulkan oleh timbunan batu bara, hal tersebut lantaran musim kemarau dan angin yang kencang.

Namun kami sudah berupaya untuk melakukan penyiraman, hanya saja mungkin ada yang terlewat, imbuhnya.

Pihaknya juga mengakui ada sedikit kendala teknis, yaitu pipa yang digunakan untuk menyemprot batu bara ada yang bocor, sehingga debunya menjadi menyebar. Ini terjadi pada hari Kamis dan Jumat pekan lalu dan langsung ditangani sehingga hari Jumat sudah beres.

Irvan juga menegaskan bahwa warga sempat meminta kompensasi, namun pihak PLTU belum dapat menjawab mengenai pengajuan kompensasi tersebut, karena pihaknya bukan yang berwenang memutuskan.

Sehingga kami meminta waktu untuk konsolidasi dengan pihak internal perusahaan. Untuk kompensasi kita masih meminta waktu, namun kalau warga menghendaki kita ada program-program untuk pengembangan usaha. Jika warga mau, per RT dibentuk kelompok ibu-ibu untuk membuat satu usaha dengan harapan kelompok-kelompok ini bisa memberikan dampak positif, terangnya.

Menurut Irvan, sebenarnya PT S2P sudah mempunyai dua koperasi, hanya saja masih internal, dan pihaknya akan mengintensifkan lewat warga.

Kami juga berharap dan akan terus mengantisipasi, agar hal semacam ini jangan sampai terjadi lagi. Dan, alhamdulillah kita dan warga sepakat untuk melakukan pertemuan rutin untuk konsolidasi, pungkasnya. (estanto)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!