by

Dapat Rp 57 Miliar Lebih, DCKTR Serahkan 160 SPK/SPMK

-Daerah-dibaca 97.83Rb kali | Dibagikan 15 Kali

Penyerahan SPK-DCKTR 05

CILACAP – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Cilacap berusaha memberikan pelayanan yang maksimal, professional, dan transparan.

Dalam kegiatan proyek APBD tahun 2016, DCKTR juga telah berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap adil dan tidak pilih kasih dalam kegiatan proyek tersebut. Karena semua telah dilakukan secara transparan melalui LPSE pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.

Hal itu diungkapkan Kepala DCKTR Cilacap Sunarno pada acara Penyerahan SPK/SPMK Kegiatan APBD Tahun Anggaran 2016, Selasa (5/4), di Aula Kelurahan Sidakaya, Cilacap.

Dikatakan bahwa keterbatasan tenaga pengawas yang ada diharapkan jangan menjadikan alasan para rekanan untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan aturan yang diberlakukan.

“Komunikasi antara rekanan dengan pengawas dalam semua kegiatan adalah kunci agar terhindar dari kesalahan di kemudian hari. Karena jumlah kegiatan yang ada dengan jumlah pengawas tidaklah imbang, karena tenaga pengawas sesuai kemampuan jumlahnya sangat terbatas,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar kontraktor bersikap profesional, tepat waktu, dan bermutu.

Usia memberikan kata sambutan, beberapa kepala bidang yang mendampingi Sunarno memberikan penuturannya secara bergiliran hingga saat penyerahan SPK/SPMK dimulai.

Kepada wartawan, Sunarno menjelaskan bahwa hari ini DCKTR menyerahkan 102 SPK dalam kegiatan pengadaan langsung. Setelah ini baru melakukan proses untuk yang e-Proc, ada sekitar 60 kegiatan.

“Setelah penyedia jasa menerima SPK, segera saja melangkah ke kegiatan karena sesuai ketentuan bahwa 7 hari setelah menerima SPK sudah harus melakukan kegiatan di lapangan,” katanya.

Untuk itu, rekanan dalam kegiatannya diawali dengan pengukuran ulang bersama PPTK dan pengawas lapangan, melakukan koordinasi dengan aparat wilayah setempat, serta memperhatikan aspek maupun syarat-syarat yang berlaku.

Ditanya alokasi dana untuk kegiatan tersebut, Sunarno mengatakan pihaknya mendapat anggaran senilai Rp 57 miliar lebih dan terbagi ke dalam 160 kegiatan.

“Paling banyak di kegiatan air minum, air bersih, dan drainase,” tutupnya. (estanto prima yuniarto)

Comment

Berita Lainnya