Chelsea Aurellia Sugiarto – Selalu Hadiahkan Smash Keras Untuk Lawan

By: On: Dibaca: 6,147x
Chelsea Aurellia Sugiarto – Selalu Hadiahkan Smash Keras Untuk Lawan

 

Juara 1  Pertandingan Tenis Lapangan Putri POPDA Tingkat Kecamatan dan Kabupaten Purbalingga Tahun 2018

 

Tak tampak keraguan  terlihat diwajahnya. Ayunan raketnya sangat mantap dan keras dalam memukul bola. Strategi tinggi diterapkan untuk mematikan langkah lawan, pukulan mendatar dan mengiris selalu dilancarkan. Tak segan, Ia menghadiahkan satu pukulan smash sangat keras sebagai upaya untuk mematikan lawan agar memperoleh poin.

Chelsea Aurellia Sugiarto, juara 1  pertandingan tenis lapangan putri Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA )Tingkat Kecamatan dan Kabupaten Purbalingga tahun 2018, awalnya berlatih tenis lapangan dengan materi penguasaan dasar, yakni menimang bola, memukul, dan cara servis yang mantap.

Bagi anak pasangan Aris Sugiarto dan Natallina Widyawati tersebut tidak ada salahnya mematuhi anjuran orang tua untuk berolahraga. “Tawaran mamah, Saya patuhi dan berlatih satu minggu sekali di lapangan tenis Indoor Samiaji,”ungkap gadis cilik yang bercita-cita menjadi Polisi Wanita.

Ketekunan berlatih mengantarkan murid kelas 6  SD Negeri 2 Bancar menapaki prestasi, setelah dua tahun berlatih cabang olahraga tenis lapangan, mulai dibangku kelas  4 menjadi  juara 3 tingkat Kecamatan, selanjutnya di kelas 5 berhasil memboyong piala juara 1 POPDA tingkat Kecamatan Purbalingga dan juara 3 tingkat Kabupaten Purbalingga.

“Namun, yang utama dalam keberhasilan bermain adalah mempersiapkan diri untuk melakukan pukulan dengan baik dan tepat ,” tutur Eci, panggilan akrabnya.

Eci mengaku dalam bermain tenis lapangan, selain dibutuhkan kekuatan memukul bola, juga harus terampil dan tepat dalam menempatkan bola pada sisi yang kosong, agar pihak lawan sulit mengembalikan. Mematikan langkah lawan dalam pertandingan tenis lapangan dan memboyong pulang piala menjadi sebuah keharusan.

“Saya inginnya selalu bisa memenangkan pertandingan dan pulang membawa piala, tipsnya mudah kok, jangan takut dan grogi melihat lawan tanding,”ungkap gadis berkerudung kelahiran Purbalingga 14 Mei 2006.

Meskipun mahir bermain tenis, tetapi Eci  tidak pernah menomer duakan pelajaran sekolah. Terbukti di dalam kelas, dia selalu menempati rangking 1 sejak kelas 1. “Harus dan tidak boleh tidak, pelajaran sekolah tetap jadi nomer satu,”ungkap penggemar mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. (mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!