Menu
Media Online Terpercaya

Cegah Politik Uang, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga Terjunkan 600 Satgas di 239 Desa

  • Share

Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI Perjuangan) Kabupaten Purbalingga telah menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) anti politik uang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020.

“Intuisi politik saja, kalau saya melihat pergerakan politik uang dalam Pilkada seperti ini, saya tetap berharap memang tidak  terjadi politik uang, karena politik uang itu hanya manuver politik . namun untuk mencagahnya, kami sudah menyiapkan Satgas itu,” ungkap Ketua DPC PDIP Purbalingga, Bambang Irawan kepada media siber lintas24.com, di sekretariat partai itu, Senin petang (7 Desember 2020).

Bambang Irawan menjelaskan, Satgas ini terdiri para anggota partai koalisi pengusung Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga nomor urut dua, Dyah Hayuning Pratiwi – Sudono (Tiwi – Dono).

“600 personel itu gabungan dari parpol koalisi. PDIP mengerahkan 300 personel, PAN, GOLKAR dan PKS masing-masing 30 personel, ditambah dari unsur relawan,” tuturnya

Ia menambahkan, ratusan personel itu akan diterjunkan ke 239 desa dan kelurahan yang tersebar di 18 Kecamatan. Rerata tiga personel akan aktif berpatroli, terutama ke tempat-tempat rawan praktik politik uang. Sejumlah kecamatan mendapat perhatian khusus.

“Kami sudah mulai memetakan wilayah mana saja yang sekiranya berpotensi. Ada di Kecamatan Bukateja, Kaligondang, Pengadegan, Karanganyar, Mrebet dan di Karangreja dan Karangjambu. Jadi ini memang kita antisipasi betul jangan sampai itu terjadi. Teman-teman Satgas ini tidak pulang sampai dengan selesai pemilihan. Posko induknya di masing-masing ranting PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Untuk teknis lanjutnya, kalau memang terjadi politik uang, maka pembaginya akan ditangakp dan dimintai keterangan, selanjutnya di bawa Panitia Pengawas (Panwas) dengan barang buktu tangkap tangannya.

“Kalau memang semua unsurnya di situ terpenuhi. Maka kita proses setelah. Kalau ada buktinya, itu bisa diproses. Ya kita kena tangkap, bawa dong, laporkan Panwas, Bawaslu setelah itu ke Gakkumdu. Kalau memang semua unsur nya di situ terpenuhi, langsung kita proses secara hokum,” ungkapnya

Seperti halnya pemkab Purbalingga yang menjanjikan hadiah Rp 2,5 Juta bagi warga yang melaporkan praktik politik uang. PDIP juga menjanjikan hadiah uang dengan nominal yang sama.

“Syaratnya sama seperti yang diatur Perbup nomor 98 Tahun 2020. Hadiah uang kami berikan setelah kasus politik uang sudah diputus pengadilan dan  berkekuatan hukum tetap,” ujarnya.

Untuk diketahui, sesuai Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purbalingga nomor 249/PL.02.2-Kpt/3303/KPU-Kab/IX/2020, tertanggal 23 September 2020. Pilkada Purbalingga 9 Desember 2020 mendatang diikuti oleh pasangan nomor urut 1, Muhamad Sulhan Fauzi dengan Zaeni Makarim Supriyatno (Oji-Jeni) dan pasangan dengan nomor urut  2, Dyah Hayuning Pratiwi dengan Sudono (Tiwi-Dono)

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *