by

Car Free Night, Rekayasa Kepolisian Berikan Ruang Ekspresi Lebih Luas Masyarakat

-Inspirasi-dibaca 122.23Rb kali | Dibagikan 27 Kali

Car Free Night

CILACAP – Car Free Night (bebas dari kendaraan pada malam hari) yang dicanangkan Polres Cilacap dan Pemkab Cilacap pada Sabtu (14/11) malam, terbilang sukses.

Pasalnya, alun-alun yang memang menjadi pusat keramaian masyarakat di setiap akhir pekan, menjadi lebih menarik perhatian dengan adanya car free night.

Berbeda ketika di sekitar alun-alun kota Cilacap tanpa car free night yang kondisinya memprihatinkan pada setiap malam Minggunya.

Arus lalu lintas yang sering macet membuat pengunjung di area publik tersebut justru mengeluh. Padahal, alun-alun menjadi tujuan menarik berakhir pekan masyarakat.

Namun, di Sabtu malam itu pengunjung tampak antusias dan bebas mengekspresikan kegiatan di sepanjang jalan yang disterilkan dari kendaraan, yakni Jalan Jenderal Soedirman dan Ahmad Yani yang berada di depan alun-alun.

Sebagian warga terlihat menikmati kuliner. Mereka duduk-duduk di bundaran alun-alun,  bersepeda mengelilingi ruas jalan yang ditutup, bermain skate board, hingga aksi memukau para remaja dari komunitas olahraga free running Max Team Parkour Cilacap.

Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya melalui Kasat Lantas AKP M Taat Resdianto mengatakan, Car Free Night merupakan rekayasa kepolisian untuk memberikan ruang lebih luas bagi pengunjung alun-alun.

Sehingga polisi menutup seluruh arus pintu masuk ke alun-alun setiap malam Minggu, mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB.

Bahkan, penutupan arus di tiap malam Minggu ini menjadi gagasan awal program Car Free Night di seputar Alun-alun Cilacap.

“Kegiatan penutupan arus ini sebagai awal ide gagasan untuk menyemarakkan Car Free Night di seputar Alun-alun Kabupaten Cilacap,” ungkap AKP M Taat.

Respon ini, imbuhnya, juga sebagai masukan atas berbagai keluhan kemacetan di sekitar Alun-alun Cilacap.

“Sehingga masyarakat lebih menikmati keindahan dan kenyamanan kota Cilacap yang bebas polusi kendaraan bermotor dan bebas kemacetan,” katanya.

Diakuinya, selama ini, semakin banyaknya aktivitas masyarakat di seputar alun-alun akan berdampak pada arus lalu lintas di sepanjang jalur Jalan Jenderal Soedirman, sehingga arus lalu lintas terlihat semrawut dan tak karuan.

“Oleh karena itu, Sat Lantas Polres Cilacap bertindak cepat menanggapi situasi kamseltibcarlantas yang terlihat semrawut ini,” ucapnya.

Beberapa rencana pun telah disiapkan. Mulai dari penjagaan personil di tiap sudut masuk ke alun-alun.

Polisi setidaknya mengerahkan petugas dari unsur Kepolisian, Satpol PP, serta lainnya.

Terlihat petugas mengalihkan arus dari simpang tiga Jalan Jenderal Soedirman-Jalan Cempaka dialihkan ke arah selatan Jalan Cempaka. Kemudian simpang tiga Jalan Ahmad Yani-Jalan Wuni dialihkan ke barat Jalan Wuni.

Lantas, simpang tiga Jalan Jenderal Soedirman-Jalan Kauman dialihkan ke barat Jalan Jenderal Soedirman.

Ada juga pengalihan di Jalan Burangrang, sebelah utara Masjid Agung Darussalam dan Jalan Mataram, sebelah timur alun-alun.

Untuk kantong parkir disediakan di beberapa tempat, seperti di sepanjang Jalan Ahmad Yani, sepanjang Jalan Jenderal Soedirman depan Kodim 0703/Cilacap, lahan parkir Masjid Agung, dan lapangan eks-Batalyon.

“Kami melibatkan Satpol PP dan Dishubkominfo untuk melakukan penutupan jalur jalan Jenderal Soedirman di depan Makodim 0703/Cilacap dan SMP Negeri 8,” jelasnya.

Sedangkan di Jalan Ahmad Yani, penutupan dilakukan di depan Pos Lantas alun-alun.

AKP M Taat menambahkan, karena masih bersifat ujicoba, maka pihaknya membutuhkan masukan dan tanggapan dari masyarakat untuk penyempurnaan car free night.

Dia berpendapat, ke depan program car free nightn perlu mendapat legalitas dari Pemkab Cilacap melalui peraturan daerah maupun peraturan bupati.

“Hal ini penting agar kegiatan positif ini bisa terus berkelanjutan,” tandas perwira lulusan Australia itu. (estanto)

Comment

Berita Lainnya