Caca, Gadis Cilik Pembaca Geguritan

By: On: Dibaca: dibaca 65.26Rbx
Caca, Gadis Cilik Pembaca Geguritan

Tubuhnya mungil dan masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Namun, suara lantang penuh penghayatan mampu menggetarkan hati para juri dan penonton Lomba Baca Geguritan dalam Pekan Seni Tingkat Kabupaten Purbalingga tahun 2017 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga belum lama ini.

Lubna Athaya Tanisa sering dipanggil Caca, dengan percaya diri membacakan geguritan yang berjudul Anggerku karya Yanik Agus Setyaningsih. Caca pandai mengatur irama panjang pendek, keras lembut, tinggi rendahnya suara serta gerak anggota tubuh untuk menggambarkan isi dari geguritan.

Anak 3 kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Hanif Wahyudi dan Dula Nuarita sudah mampumelafalkan kata-kata dalam penyampaian geguritan. Intonasi atau lagu suara sudah sesuai dengan kaidah dan rambu-rambu pembacaan geguritan.

“Biasa saja, nggak takut. Karena sudah sering membaca didepan para guru dan teman-teman disekolah,”ungkap siswa kelas 3 A SD Negeri 1 Purbalingga Lor yang bercita-cita menjadi guru kepada lintas24.com dan tabloid elemen.

Orang tua Caca, Dula Nuarita mengaku bangga akan keberanian anaknya, tampail didepan para juri dan ditonton orang banyak. Kebanyakan anak-anak akan turun mental ketika mengikuti kompetisi.

“Terima kasih kepada pihak sekolah yang telah begitu peduli melestarikan Budaya Jawa dan tak lelah membina peserta didiknya. Keberhasilan Caca adalah keberhasilan Sekolah,”ungkap Dula Nuarita. (mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!