Menu
Media Online Terpercaya

Bupati Tiwi Dorong Desa Realisasikan 8 Persen Dana Desa Untuk Penanganan Covid-19

  • Share

Pemerintah Desa di wilayah Kabupaten Purbalingga diminta untuk segera merealisasikan alokasi minimal 8 persen anggaran desa untuk penanganan Covid-19. Hal ini guna mendukung penanganan covid pada penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di tingkat desa

“Anggaran dana desa segera direalisasikan. Aturanya sudah jelas. Namun hingga pertengahan tahun masih banyak desa yang belum merealisasikan,” kata Bupati Dyah Hayuning Pratiwi saat memimpin Rakor Terpadu Penanganan Covid-19 bersama Forkopimda, Satgas Covid-19 tingkat kabupaten, Kecamatan dan desa/kelurahan secara virtual, Senin (5 Juli 2021).

Dikatakan Bupati, saat ini kita dalam kondisi kebatinan yang sama. Anggaranya terbatas tapi kita dituntut untuk menyelamatkan masyarakat dengan mengalokasikan APBD dan Dana Desa untuk penanganan covid-19.

“Kita segera menerbitkan Perbub terkait dengan alokasi yang harus diprioritaskan dari penggunaan 8 persen DD. Tolong ini menjadi warning, karena nanti akan ada sanksi tersendiri bagi desa-desa yang belum mengalokasikan dana desanya untuk penanganan covid. Bisa saja sanksinya berupa penundaan ADD,” tegasnya.

Berdasarkan data dari Dinpermasdes, ada sejumlah desa yang belum mengalokasikan dana desanya untuk penanganan covid. Untuk wilayah kecamatan Kalimanah, lanjut Bupati, dari 14 desa yang ada terdapat 11 desa yang telah merealiasikan ketentuan itu.

Realisasinya sebesar Rp 415,8 juta dari pagu kecamatan Rp 972,8 juta atau dengan prosentasi 43 persen. Kemudian disusul Kecamatan Bukateja dari 14 desa baru 9 desa yang merealisasikan.

Mrebet dari 19 desa sudah 7 desa dan Kejobong dari 13 desa sudah ada 9 desa yang merealisasikan. Sejumlah kecamatan desa-desanya diketahui baru merealisasikan kurang dari 10 persen. Bahkan Kecamatan Pengadegan dan Karangjambu masih 0 persen.

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *