Bupati Tasdi Usulkan Nama Jenderal Sudirman dan Suwarno Untuk Pengganti Bandara Wirasaba

By: On: Dibaca: 136,225x
Bupati Tasdi Usulkan Nama Jenderal Sudirman dan Suwarno  Untuk Pengganti Bandara Wirasaba

 

 

123

Bupati Purbalingga Tasdi Purbalingga mengusulkan nama Jenderal Soedirman dan Soewarno sebagai nama baru jika Bandar Udara Wirasaba telah menjadi bandara komersial.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Purbalingga Tasdi kepada lintas24.com, Jumat (29 Juli 2016). Dikatakan Tasdi,  nama Jenderal Soedirman diambil dari nama pahlawan kemerdekaan kelahiran Purbalingga. Sedangkan nama Soewarno merupakan nama pahlawan yang merupakan Komandan Lanud (Danlanud) Wirasaba pertama yang meninggal saat agresi militer kedua Belanda.

“Dua nama tersebut diusulkan. Kami teruskan kepada pemerintah pusat untuk memilih nama bandara pengganti nama bandara Wirasaba,” tegasnya.

Bupati Tasdi menambahkan, perubahan nama tersebut mengemuka menjelang dibukanya bandara milik TNI AU tersebut menjadi bandara komersial.Dengan demikian disampaikan dua usulan nama yang muncul

Sedangkan, asumsi kebutuhan  anggaran  untuk pengembangan Bandara Wirasaba menjadi bandara komersial mencapai Rp 250 Miliar. Pemkab Purbalingga mengalokasikan dana cadangan Rp 15 Miliar untuk pengadaan tanah yang diperlukan untuk perpanjangan landasan pacu (runway) dan akses jalan menuju bandara. Sedangkan pembangunan sisi darat bandara berupa runway, tower, apron hanggar, terminal, cargo dan area parkir seluruhnya dibiayai oleh pemerintah pusat.

“Pemkab mempertimbangkan dua alternatif akses jalan menuju bandara,” tuturnya.

Alternatif pertama, membangun jalan baru dari Desa Tidu yang tegak lurus dengan bangunan terminal bandara sepanjang 700 meter X 20 meter. Untuk membangun jalan baru, pemkab harus membebaskan lahan penduduk sedikitnya 1,29 hektar.

Atau opsi kedua, yakni meningkatkan ruas jalan yang sudah ada dari Tidu ke Wirasaba sepanjang sekitar 720 meter. Untuk pelebaran jalan menjadi 16 meter dibutuhkan lahan sedikitnya 1,152 hektar. Selain itu, terdapat akses jalan Desa Kembangan-Wirasaba sepanjang 950 meter yang perlu ditingkatkan pula. Selain lahan untuk akses jalan, masih dibutuhkan lahan seluas 5,1 hektar untuk memperpanjang runway dari kondisi sekarang sepanjang 850 meter menjadi 1550 meter.

“Total kebutuhan lahan untuk sisi darat dan udara mencapai  8,762hektar. Untuk bangunan sisi udara berupa terminal, parkir dan lainnya, seluruhnya masih masih menggunakan tanah milik TNI AU, kecuali  jalan baru menuju terminal, ujar Tasdi.

Saat ini, kondisi Lanud Wirasaba berdiri di atas lahan seluas sekitar  115,04 hekter. Prasarana penerbangan yang sudah tersedia berupa landasan pacu  (runway) sepanjang 850 meter dengan lebar 50 meter. Konstruksi landasan pacu itu berupa tanah berumput.

Di lanud itu pula terdapat apron berukuran 100 meter X 45 meter, threshold (jalur emergency) sepanjang total 600 meter. Terdapat pula tower navigasi, peralatan meteo, peralatan komunikasi, avtur dan avigas pesawat.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!