Bupati Tasdi Hibahkan 50 Tempat Penyimpanan ASI

By: On: Dibaca: dibaca 50.29Rbx
Bupati Tasdi  Hibahkan 50 Tempat Penyimpanan ASI

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga menghibahkan 50 tempat penyimpanan (kulkas-red) Air Susu Ibu (ASI) perah ke beberapa Perusahaan dan  Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hibah kulkas tersebut diberikan secara simbolis oleh Bupati Purbalingga,  H. Tasdi, SH, MM, Rabu (22/11) di gedung Operation Room(OR) komplek Pendopo Dipokusumo Purbalingga.

Bupati Tasdi mengatakan pemberian hibah bertujuan untuk mendorong peningkatan cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Purbalingga. “Adanya muri menyusui yang digelar tahun lalu bukan hanya seremoni, namun komitmen kita (pemerintah-red) dalam  menekan angka kematian bayi,” kata bupati dalam sambutanya.

Tambahnya,  pihak perusahaan diharapkan memberikan dukungan kepada pekerja, terutama para ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada anaknya. “Ini hanya stimulus, kami harap pihak perusahaan  mendukung ASI eksklusif, menyediakan ruang laktasi yang layak dengan fasilitas yang memadai, sesuai amanat UU Kesehatan no 36 Tahun 2009  pasal 128,” ungkapnya.

Bupati juga menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Purbalingga selain bekerja juga memperhatikan kesehatannya. “Makan buah dan sayur diingatkan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), menyusui  juga harus diingatkan. Kami (pemerintah-red) berharap ibu di kabupaten purbalingga tidak lupa kodratnya dan lebih memperhatikan bayinya terutama dalam pemberian ASI,” katanya.

Sementara itu,  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Drg Hanung Wikantono, MPPM mengatakan pemberian hibah  tersebut tersebar di 32  perusahaan dan 8 OPD .”kami utamakan perusahaan maupun OPD yang banyak mempekerjakan karyawan wanita,” imbuhnya.

Ungkap Hanung, data kematian bayi di Kabupaten Purbalingga sampai bulan Oktober mencapai  96 kasus. “Jika tahun lalu ada 129 kasus, target tahun ini maksimal 120 kasus,” katanya.

Tingkat cakupan ASI ekslusif di Kabupaten Purbalingga sampai bulan Oktober sebesar 68,8% masih dibawah target tahun 2017 yaitu 80%. “Upaya ini untuk memaksimalkan ruang menyusui  guna mendorong pekerja memberikan ASI kepada anaknya. Dengan ASI, bayi dapat berkembang secara optimal dan memiliki daya tahan tubuh yang baik  sehungga angka kematian bayi dapat berkurang,”katanya

Selain itu, pihaknya memberikan pelatihan untuk motivator ASI di setiap perusahaan. “Mereka dibekali untuk melakukan sosialisi sekaligus melayani dan menjaga Asi Eksklusif benar-benar terkalaksana yaitu 0-6 bulan,” pungkasnya.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!