by

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi Tinjau Perusahaan untuk Evaluasi Dampak Covid-19

-Pendidikan, Update-dibaca 6.98Rb kali | Dibagikan 23 Kali

Dampak pandemi Covid-19 telah dirasakan oleh segala sektor yang ada di nasional maupun mancanegara. Untuk memastikan semua tetap berjalan dengan baik, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi hari ini tengah melakukan tinjauan dan evaluasi ke sejumlah perusahaan, guna mengetahui dampak Covid-19 yang melanda dunia terhadap perusahaan-perusahaan di Purbalingga, termasuk juga penerapan protokol kesehatan di setiap perusahaan.

“Mudah-mudahan situasi Covid-19 ini  bisa segera stabil di seluruh dunia sehingga tentunya dampak terhadap perusahaan-perusahaan di Purbalingga ke depan segera stabil dan kembali sedia kala,” tutur Bupati Dyah Hayuning Pratiwi kepada media siber lintas24.com. Kamis (13 Agustus 2020).

Beberapa perusahaan yang telah dikunjungi oleh Bupati antara lain PT. Mahkota Tri Angjaya (industri bulu mata palsu), PT. Sinar Cendana Abadi (industri bulu mata), PT. Sung Chang (industri rambut palsu), PT. Karya Bhakti Manunggal (industri pengolahan kayu), dan PT. Hyupsung (industri bulu mata palsu). Sejumlah perusahaan yang telah dikunjungi tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan dan memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam menanggapi dampak penurunan permintaan ini.

“Alhamdulillah seluruh pabrik sudah menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari seluruh karyawan menggunakan masker, menyediakan fasilitas cuci tangan, jaga jarak dan pengukuran suhu,” ungkapnya.

Ia juga menngatakan, bahwa beberapa perusahaan tersebut mengalami dampak penurunan permintaan atau order di masa pandemi. Hampir seluruh perusahaan bulu mata dan rambut palsu mengalami penurunan order dari 30 sampai 50 persen. Sebagian perusahaan ada yang terus mempertahankan agar tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan dan ada beberapa karyawan yang telah dirumahkan.

Vice President Director PT Hyupsung, Son Hyung mengungkapkan kondisi order perusahaannya kini memang sedang mengalami kesusahan, tidak sebagus saat kondisi normal tanpa pandemi. Akan tetapi, perlahan-lahan permintaan sudah mulai bertambah dibanding saat-saat awal masa krisis pandemi.

“Penurunan order sampai dengan 50 (persen) lebih, terutama order dari Amerika. Mungkin jika uji coba vaksin Covid-19 di Amerika berjalan efektif nanti bisa kembali pulih,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan penerapan protokol kesehatan mutlak wajib diterapkan di perusahaannya. Bahkan telah dilakukan penyekatan menggunakan mika pada meja kerja antar karyawan yang berhadapan, guna pencegahan penularan Covid-19 lebih maksimal.

Editor : Rizky Riawan Nursatria. (Mg)

 

Comment

Berita Lainnya