by

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi: Tempat Ibadah Boleh Kembali Laksanakan Kegiatan, Harus Bersurat ke Tim Gugus Tugas Kabupaten Dulu

-hukum, Update-dibaca 2.03Rb kali | Dibagikan 46 Kali

Tempat ibadah di Purbalingga, Masjid Agung Darussalam, Gereja Kristen Jawa (GKJ), Masjid Al-Falaah (Stabelan), Gereja Katolik Santo Agustinus, Masjid Utsman Bin Affan (Pasar Segamas) dan Masjid Al-Huda (Kalimanah) dipantau kesiapan pemberlakuan New Normal, Kamis (18 Juni 2020).

Baca Juga: Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi Instruksikan Bentuk Satgas Jogo Tonggo

Baca Juga: Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi : Pelaku Wisata  Tidak Membuka Obyek Wisata Yang Dikelola, Lakukan Simulasi Terlebih Dulu

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengungkapkan, pemantauan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Bupati Purbalingga No 451/10838 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Kabupaten Purbalingga. SE tersebut ditujukan kepada para Pengelola Rumah Ibadah.

Baca Juga: Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi Salurkan  Dana Program Purbalingga Pintar Untuk 1156 Siswa SMP

Baca Juga: Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi Acungi Jempol Lansia Masih Gemar Olahraga

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga menekankan penerapan protokol kesehatan di tempat ibadah untuk menuju New Normal kami Pemda terus,” tuturnya kepada cyber media lintas24.com saat memantau kesiapan beberapa tempat ibadah bersama Tim Gugus Tugas Covid-19, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga. Kamis (18 Juni 2020).

Baca Juga: Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi Imbau Perantau Untuk Tak Mudik Dulu ke Purbalingga

Baca Juga: Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi : Ketua RT ujung tombak dan tempat keluh kesah masyarakat di tingkat bawah

Ia menjelaskan, beberapa hal yang dipantau diantaranya ketersediaan fasilitas cuci tangan, pengukur suhu (thermo gun), kewajiban jamaah/jemaat menggunakan masker, pengaturan jarak antar jamaah/jemaat. Bagi yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius atau tidak sehat maka tidak diperkenankan mengikuti ibadah.

Baca Juga: Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi Minta ASN Tidak Jadi Provokator Perkeruh Suasana

Baca Juga: Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi Pantau Kepatuhan Perusahaan Laksanakan Protokol Kesehatan

“Bagi temapt ibadah yang selama pandemi Covid-19 ini ditutup/tidak diselenggarakan kegiatan ibadah dapat kembali dibuka untuk ibadah. Dengan prosedur bersurat ke Tim Gugus Tugas Kabupaten untuk kemudian disurvei kelayakan dan kelengkapan protokol kesehatan,” tuturnya.

Baca Juga: Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi  Mengimbau Masyarakat Purbalingga Tetap Tenang Hadapi Virus Corona

Baca Juga: Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi Tegaskan Tak Ada Lockdown di Purbalingga

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga, Karsono meminta agar seluruh pengelola rumah ibadah ataupun jamaah/jemaat bisa benar-benar menerapkan protokol kesehatan ini.

“Ini demi kebaikan bersama dan keselamatan bersama, karena pada prinsipnya menyelamatkan jiwa manusia, nilai ibadahnya lebih utama daripada ibadah-ibadah yang lain,” katanya.

Berdasarkan pantauan tadi menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dibenahi, terutama tanda jaga jarak antar jamaah di masjid yang belum semuanya diterapkan. Ia berharap seluruh masjid dapat memberi tanda tersebut untuk memberi pemahaman bagi jamaah.

“Untuk kegiatan pengajian, bisa tetap diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan membatasi jumlah jamaah yang hadir, maksimal 20% dari kapasitas ruang. Disamping itu waktu pelaksanaannya dipersingkat,” katanya

 

 

Comment

Berita Lainnya