by

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi Menceritakan Pertemuan Ganjar dengan Mbah Padmo

-Daerah, Update-dibaca 7.21Rb kali | Dibagikan 26 Kali

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menjadi inspektur upacara HUT ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia Upacara yang dihadiri seluruh forkompinda di Kabupaten Purbalingga diselanggarakan di halaman Pendapa Dipokusumo,  Senin (17 Agustus 2020).

Pada upacara tersebut Bupati akrab disapa Tiwi membacakan amanat dari Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.Pada amanat itu Ganjar menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Dusun Girpasang, Kemalang, Kabupaten Klaten.

“Ini Dusun terpencil yang terletak di Lereng Merapi. Untuk mencapai Dusun ini, saya mesti berjalan kaki naik turun bukit menapaki seribu lebih anak tangga.

Ngos-ngosan dan sangat melelahkan. Rasa lelah itu hilang ketika bertemu Mbah Padmo Darsono yang usianya sekitar 70 tahun, ” tutur Tiwi saat membacakan amanat Gubernur,

Mbah Padmo begitu bersemangat mengajak Gubenur Ganjar masuk ke rumahnya yang sangat sederhana.

“Dindingnya sebagaian besar masih pakai bambu alias gedeg.

Kemudian kami ngobrol didapur yang suasananya persis seperti orang tua saya (Ganjar) di Tawangmangu dulu ada tungku dari tanah liat, tumpukan kayu, perkakas masak yang hitam dan jagung yang digantung,” paparnya.

Saat ngobrol, kata Tiwi, mbah Padmo memberikan nasehat kepada Ganjar.

Nasehat itu berupa jangan mudah mengeluh karena kondisi.

“Mbah Padmo nuturi (memberikan nasehat) urip kui sanajan abot tetep kudu dilakoni.Ojo sambat lan ojo ngeluh. Ojo mandeg senajan dengkul wis ndredheg”. Hidup itu sangat berat harus tetap dijalani. Jangan menyerah dan jangan mengeluh. Jangan berhenti walaplupun dengkul sudah bergetar,” tutur Tiwi dalam sambutannya.

Lanjut Tiwi, nasehat itulah selalu disampaikan Mbah Padmo kepada warga Girpasang agar tidak mengeluh dan selalu bersyukur tinggal di lereng gunung.

“Di usia negara kita yang ke 75 ini spirit jangan mengeluh itulah yang mesti ada di setiap dada kita.

Seberat apapun kehidupan yang kita hadapi. Termasuk kondisi di tengaj pandemi sebagaiman yang kita rasakan,” katanya.

Pada amanat tersebut Ganjar, mengajak agar menengok sanubari untuk menakar seberaoa besar cinta terhadap negeri.

Kadar cinta itu tidak ditentukan seberapa penting posisi dan seberapa tenar nama.

“Kadar cinta itu diukur layaknya yang diajarkan Mbah Padmo pada orang-orang Girpasang untuk menjalani kehidupannya, agar menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan tatag,” imbuhnya saat membacakan amanah Gubenur Ganjar Pranowo.

Menurutnya, jika menyimak heroisme perjuangan para pendahulu baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.

Walaupun hanya memiliki senjata yang terbatas namun ada senjata pamungkas yakni tekat bulat terbebas dari penjajahan serta memertahankan kemerdekaan.

“Ketika pecah pertempuran di Surabaya, Semarang, Ambarawa,Bandung, Jakarta, Medan bahkan Manado semangat rakyat sama sekali tidak luntur.

Ia mengajak semangat itulah harus dijaga untuk menghadapi tantangan ke depan.

“Sekali lagi saya mengutip ungkapan Mbah Padmo urip kui sanajan abot tetep kudu dilakoni. Aja sambat lan ojo ngeluh. Aja mandeg senajan dengkul wis ndredheg,” ujarnya.

Bupati menambahkan di tengah pandemi covid 19, mengajak warga Purbalingga merapatkan barisan, dan bergotongroyong bergerak bersama melawan covid 19 di Kabupaten Purbalingga.

“Semoga Allah SWT dapat mengangkat covid 19 di Kabupaten Purbalingga,” katanya

 

 

Comment

Berita Lainnya