by

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi Luncurkan Bantuan Peralatan Produksi Untuk 30 Pondok Pesantren

-Daerah, Update-dibaca 8.53Rb kali | Dibagikan 53 Kali

Sebanyak 30 Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Purbalingga menerima bantuan peralatan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Sebanyak 16 ponpes diantaranya mendapatkan bantuan berupa paket peralatan konveksi dan 14 diantaranya mendapatkan paket peralatan bakery.

“Yang namanya Ponpes kita sentuh karena apapun berdirinya Ponpes ini tidak hanya berkontribusi dalam rangka menciptakan generasi penerus bangsa yang insani, qurani dan berakhlakul karimah. Akan tetapi juga sesungguhnya Ponpes juga harus berpikir bagaimana para santri setelah selesai mengenyam pendidikan di Ponpes ini bisa mandiri,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi dalam acara Kopi Darat (Kopdar) UMKM Jawa Tengah di Ponpes Nurul Barokah Desa Beji, Bojongsari, Minggu (19 Juli 2020).

Ia menambahkan, masing-masing Ponpes sebelumnya telah dicatat dan diinventarisir untuk dikenali potensinya. Masing-masing ternyata memiliki potensi yang berbeda-beda, ada yang di bidang pertanian, konveksi, perikanan dan sebagainya. Setelah itu mereka mendapatkan pelatihan selama 1 bulan, kemudian diserahkan bantuan peralatan secara bertahap.

“Setelah dapat pelatihan dan peralatan, ke depan nanti kita juga bisa bantu permodalan agar bagaimana santri ini setelah selesai pendidikan bisa mandiri, paling tidak bisa cari pekerjaan sendiri atau membuka lapangan sendiri menjadi entrepreneur,” ungkapnya.

Disamping menyerahkan bantuan peralatan, Bupati juga memotivasi para punggawa UMKM dari berbagai wilayah di Jawa Tengah yang hadir dalam kegiatan tersebut. Bupati mengajak agar bagaimana di tengah krisis pandemic Covid-19 sektor perekonomian rakyat bisa bergerak. Pemkab Purbalingga dalam rangka mensupport agar UMKM menjadi penyangga perekonomian daerah.

“Di sektor permodalan, kita kerjasama dengan perbankan BUMD dengan saham Pemda membuat program ‘Kredit Mawar’, yakni kredit melawan rentenir. Yakni kredit dengan suku bunga 0%,” katanya.

Melalui DinkopUKM dan Dinperindag juga dilakukan pembinaan kepada pelaku UMKM. Diantaranya berupa pelatihan, peralatan, bantuan packaging produk. Sedangkan di sektor pemasaran, Pemkab Purbalingga bekerjasama dengan Bukalapak melalui platform Tuka-Tuku. Sehingga produk UMKM unggulan di Purbalingga sudah bisa dijual secara online yang mampu melayani permintaan dalam jumlah banyak.

“Kita juga bekerjasama dengan Alfamart, sepanjang toko ini berdiri di Purbalingga syaratnya mereka harus mau bekerjasama dan menjual produk UMKM lokal. Sekarang baru 4 Alfamart target saya seluruh Alfamart di Purbalingga bisa menjual produk UMKM dari Purbalingga ini,” katanya.

 

 

Comment

Berita Lainnya