by

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi: Kabupaten Purbalingga memiliki peluang yang bagus karena sudah memiliki RTRW

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menginginkan Kabupaten Purbalingga kembali dikenal sebegai Kabupaten Pro Investasi. Periode tahun 2015 -2019  investasi di Kabupaten Purbalingga selalu menunjukkan progres yang baik. Kabupaten Purbalingga memiliki peluang yang bagus ke depannya karena Purbalingga sudah memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan sebentar lagi akan memiliki bandar udara.

“Dulu Purbalingga pernah dikenal sebagai Kabupaten Pro Investasi. Dan sering sekali mendapatkan penghargaan bahkan didaulat menjadi Kabupaten Proi Investasi. Akan tetapi lambat laun prestasi kita dalam menggaet investor mengalami penurunan,” tutur Dyah Hayuning Pratiwi saat pengarahan bagi ASN di jajaran kantor Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Jumat (6 Maret 2020).

Ia mengatakan, seluruh bupati dan walikota di Jawa Tengah telah mendapat instruksi dari Gubernur Ganjar Pranowo, bahwa seluruh kabupaten/kota di Jateng harus memiliki pertumbuhan percepatan ekonomi sebesar 7 %. Sehingga di tahun 2021 seluruh kabupaten/kota harus sudah memiliki Mall Pelayanan Publik.

“Ini merupakan salah satu prioritas kita agar bagiamana Purbalingga mentargetkan di tahun 2021 sudah memiliki Mall Pelayanan Publik, sehingga dengan adanya Mall Pelayanan Publik ini, semua menjadi one stop service (OSS).” katanya.

Kepala DPMPTSP Ato Susanto, AP. M.Si., mengatakan, pihaknya saat ini sedang memikirkan adanya Mall Pelayanan Publik, namun lokasinya masih dicari karena tidak mungkin dibangun satu halaman dengan DPMPTSP. Sebagai kantor pelayanan publik pada tahun 2019 lalu sempat dinilai dan dievaluasi oleh Kemenpan RB, bersama dengan dua OPD lainnya yakni RSUD Gutheng Tarunadibrata dan Dindukapil. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan yang baik atau naik satu tingkat dari point C sebelumnya menjadi point B.

Dikatakan Ato, sebenarnya nilai investasi setiap tahun selalu meningkat, meski peningkatannya tidak begitu menggembirakan.”Capaian investasi di tahun 2019 dari target Rp 570 miliar dapat tercapai, bahkan diatas target yakni sebesar Rp 679 miliar. Saya bersama teman-teman sedang membuat formula agar para investor tertarik menanamkan modalnya di Purbalingga, sehingga predikat Kabupaten Pro Investasi dapat disandang lagi,” katanya.

 

 

Comment

Feed Berita