by

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi Imbau Perantau Untuk Tak Mudik Dulu ke Purbalingga

-Daerah, Update-dibaca 6.85Rb kali | Dibagikan 126 Kali

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengimbau untuk sementara para perantau asal Purbalingga tidak mudik ke kampung halaman. Pasalnya, mencermati perkembangan kasus positif -19 serta mencermati lonjakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Purbalingga berkaitan dengan mobilisasi para perantau akan meningkatkan potensi penyebaran COVID-19 ke warga Purbalingga yang lain.

“Semua pasien kasus positif COVID-19  tersebut memiliki latar belakang mobilisasi serupa. Mereka merupakan perantau yang mudik ke kampung halaman di Kabupaten Purbalingga. Saya berharap, semoga menjadi perhatian bagi warga Purbalingga yang ada di perantauan. Memang berat, tapi saya yakin kita bisa melewatinya bersama-sama,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau untuk semua perusahaan-perusahaan di Purbalingga yang mempunyai  proses distribusi produk, diminta untuk membatasi pengiriman ke wilayah terkonfirmasi COVID-19. Pihaknya meminta agar perusahaan menyiapkan alat deteksi suhu badan dan hand sanitizer. Jika ada pekerja yang tubuhnya panas agar diinformasikan ke dinas kesehatan, manajemen agar memulangkan pekerja dimaksud.

“Selain perantau yang pulang ke Purbalingga. Saya juga berharap perusahaan-perusahaan di Purbalingga memperhatikan kemungkinan penyebaran COVID-19 melalui pengemudi yang mengirim produk ke wilayah terkonfirmasi COVID-19,” ungkapnya

Ia mengungkapkan, seorang perantau berasal dari Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga dan bekerjadi  Bogor yang masuk kategori sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif COVID-19, pada Rabu (25 Maret 2020).

“Saya baru saja menerima hasil swap dua PDP asal Purbalingga. Satu pasien, berjenis kelamin laki-laki, usia 37 tahun, asal kecamatan Kalimanah terkonfirmasi positif COVID-19. Sebelumnya bekerja di Bogor dan melakukan mudik ke Purbalingga. Dirawat di RS Banyumas,” tuturnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, akan dilakukan tracking terhadap mereka yang berhubungan, berinteraksi dan melakukan kontak langsung dengan PDP positif Corona.

“Agar mereka, segera melakukan isolasi diri dan tindakan lebih lanjut,” kata Tiwi.

Ia juga melaporkan, hasil swap pada satu pasien lainnya terkonfirmasi negatif covid-19. Pasien tersebut merupakan warga asal Kejobong yang dirawat di RS Margono.

Di Purbalingga sendiri saat ini terdata ada 34 PDP. Sedang orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 561 orang. Mereka yang masuk ODP ini merupakan para perantau yang datang ke Purbalingga. Para perantau ini bekerja di daerah terjangkit COVID-19 yakni Jakarta, Depok dan Bogor. Jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan positif terjangkit virus COVID-19bertambah 3 orang. Sehingga total sampai Rabu (25 Maret 2020) pukul 18.30 WIB ada 4 orang.

Ia mengatakan, hasi tes swap Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta ada tambahan 3 kasus positif COVID-19 di Kabupaten Purbalingga.

Rinciannya, pasien berusia 15 tahun, berjenis kelamin perempuan, berasal dari Kecamatan Rembang. Riwayat mobilisasi, pasien tersebut bekerja di salah satu restoran di Jakarta. Satu pasien lainnya, berusia 43 tahun. Ia berasal dari kecamatan Pengadegan. Pasien ini juga kerja di Jakarta.

“Keduanya pulang ke Purbalingga beberapa waktu lalu,” tuturnya

Satu pasien sisanya, berjenis kelamin laki-laki berusia 57 tahun. Pasien merupakan warga kecamatan Bobotsari yang tinggal di Jakarta. Ia mudik ke Purbalingga untuk mengantar anak.

Perkembangan kasus Corona di Purbalingga ini, membuat Pemkab Purbalingga memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa TK/SD/SMP/ SLTA sampai 13 april 2020 mendatang. Selain itu juga diperpanjang masa kerja di rumah bagi ASN di Purbalingga sampai 5 April 2020.

 

 

Comment

Berita Lainnya