by

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi: BPNT Untuk Warga Miskin Harus Berkualitas

-Update, Wanita-dibaca 3.57Rb kali | Dibagikan 21 Kali

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau yang juga disebut Program Sembako harus diisi komoditas yang berkualitas, salah satunya yakni menggunakan beras jenis premium.

Hal ini diungkapkan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat Rapat Koordinasi antara Perusda Puspahastama selaku penyedia beras dengan pemilik Warung Gotong-royong elektronik (e-Warong) selaku penyalur BPNT, di Aula Perusda Puspahastama, Selasa (30 Juni 2020).

“Saya titip agar bagaimana komoditas-komoditas BPNT untuk bisa diperhatikan kualitasnya, dimulai dari kualitas berasnya, kemarin saya sudah instruksikan kepada Dinsos, saya ingin beras yang diberikan kepada masyarakat miskin adalah beras premium. Tidak ada yang namanya beras medium,” kata Bupati.

Ia juga berpesan kepada DinsosdaldukKB-P3A selaku penanggungjawab Program Sembako untuk menegur ketika ada penyalur/ e-Warong bermain-main dengan kualitas. Hal ini mengingat yang dibantu adalah warga miskin, tidak hanya kualitas beras akan tetapi juga kualitas komoditas lain yang diberikan dalam satu paket BPNT tersebut.

“Tidak hanya kualitas, missal komoditas yang diberikan harusnya 13 kilogram ya harus benar-benar 13 kilogram jangan sampai dimanipulasi,” tegas bupati.

Penyalur/e-Warong diakui boleh mengambil keuntungan dari program ini. Akan tetapi Bupati meminta agar apa yang diberikan tidak merugikan atau mengurangi hak-hak para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bagi penyalur yang ‘bermain-main’ bupati juga tidak segan-segan merekomendasikan kepada BRI selaku pemegang saldo BPNT untuk mengevaluasi mereka atau bahkan mencabut sebagai e-Warong.

“Jangan sampai hak hak-hak mereka selaku warga miskin dikurangi. Inshaallah ketika anda bekerja dengan baik, ikhlas, maka keberkahan akan mengikuti, karena yang dibantu adalah orang miskin biasanya doa mereka mabrur,” katanya.

Bupati juga tidak menutup hak para e-Warong untuk juga bermitra dengan petani-petani lokal sebagai penyedia beras, tidak harus dari Perusda Puspahastama. Sebab kedua hal tersebut sama baiknya, yakni menggerakan perekonomian masyarakat juga menggerakan Perusda.

Seperti yang diketahui, jumlah KPM BPNT (regular) dari Kemensos RI di Kabupaten Purbalingga ada sebanyak 111 ribu KPM. Pada tahun ini seluruhnya mendapatkan sembako senilai Rp 200.000 per bulan yang disalurkan melalui warung kelontong yang ditunjuk sebagai e-Warong sebanyak 343 unit di Kabupaten Purbalingga. Dari jumlah e-Warong tersebut, 60 diantaranya disuplai komoditas beras dari Perusda Puspahastama.

 

 

Comment

Berita Lainnya