Bupati Minta Mantan TKI Jangan Hanya Jadi Penonton

By: On: Dibaca: 132,198x
Bupati Minta Mantan TKI Jangan Hanya Jadi Penonton

CILACAP Di depan para mantan TKI yang menjadi korban kekerasan dan pekerja migran, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengajak semua pihak untuk aktif terlibat dalam pembangunan di Cilacap.

Jangan hanya jadi penonton saja, katanya.

Ditandaskan Tatto, pembangunan itu harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat.

Ungkapan tersebut disampaikan bupati saat bertemu dengan para mantan TKI itu dalam acara Bimbingan Ketrampilan Usaha Ekonomi Kreatif di Ballroom Edelweiss Hotel Dafam Cilacap, Rabu (30/9).

Pokoke mayuh padha mbangun, ikut ambil bagian dan jangan hanya jadi penonton saja, koloh jenthik baen, katanya dalam logat Banyumasan campur Indonesia.

Dikatakan begitu, para TKI tampak menyambut hangat ajakan bupati itu dan mereka mengaku siap untuk mensukseskan program pembangunan yang sedang digalakkan saat ini, yakni Bangga Mbangun Desa.

Selain itu, bupati menjelaskan, ke depan Cilacap akan terus berkembang pesat. Itu didasarkan pada jalan-jalan, baik jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten sedang terus dibangun dan diperbaiki.

Pokoknya nanti semua jalan-jalan sampai desa akan bagus semua, tegasnya.

Tatto menambahkan, kini jalur jalan lintas selatan-selatan (JLSS) juga sedang dilanjutkan pembangunannya.

Katanya, nantinya jalur tersebut membentang dari Patimuan hingga Nusawungu dengan lebar jalan sekitar 24 meter.

Di samping itu, imbuh bupati, nantinya juga akan dibangun jalan tol Tegal-Cilacap.

Semua itu dilakukan sebagai upaya percepatan pembangunan, sekaligus menyiapkan Cilacap sebagai pusat industri berskala nasional, ucapnya.

Tak hanya itu, pelabuhan dan bandar udara nantinya juga akan dikembangkan.

Sementara itu, acara yang diselenggarakan Seksi Bantuan Sosial Korban Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran pada Dinsosnakertrans Kabupaten Cilacap diikuti sekitar 200 peserta.

Kegiatan itu dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kesediaan para eks-korban tindak kekerasan dan pekerja migran untuk berwirausaha.

Peserta akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta dari Kementerian Sosial untuk modal usaha, kata Kasi Bansos Korban Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran Suryanto SH.

Pihaknya berharap, dengan membuka usaha mereka akan mandiri secara ekonomi dan sejahtera. (estanto)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!