by

Bupati Karanganyar Juliyatmono “Ngeyel” Tetap Akan Gelar Shalat Id di Alun-alun

Bupati Karanganyar Juliyatmono memastikan mengizinkan warga menggelar salat Idul Fitri di masjid dan alun-alun. Hal ini bertolak belakang dengan imbauan resmi dari Kemenag agar warga tetap menggelar salat Id di rumah masing-masing.

“Saya meminta Muspida untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah yakni menggelar salat Id di rumah masing-masing.Karena kebetulan situasi seperti ini ya sudah, semuanya saya minta untuk di rumah. Muspida saya suruh (salat Id) di rumah. Saya yang akan memandunya untuk yang di alun-alun, sambil saya akan menata, ini lho protokol kesehatan, yuk kita patuhi bareng. Saya ingin praktikkan juga seperti itu,” ungkap Juliyatmono.

Yuli menyebut, seluruh perangkat desa dan tokoh masyarakat sudah berembuk dengan sendirinya untuk memilih mana yang terbaik. Bagi warga yang menggelar salat Id di luar rumah, masing-masing sudah menyiapkan protokol kesehatan.

“Paling minim pakai masker, cuci tangan air mengalir pakai sabun. Klir. Setelah itu segera pulang, tidak perlu ada kerumunan, tidak perlu halalbihalal, tidak perlu salaman. Ini harus jadi budaya baru, karena siapapun tidak bisa menjawab kapan pandemi ini berakhir. Lantas apa yang harus dilakukan oleh masyarakat? Berdiam diri terus di rumah? Ini yang justru tidak sehat menurut saya,” imbuhnya.

Menjadi Imam Sholat Id

Menyusul keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Wiharso, yang menyatakan mundur usai sempat ditunjuk sebagai imam salat Id di alun-alun.

“Bukan mundur ya, memang setiap tahun Kemenag yang selalu yang kita koordinasikan untuk jadi imam ataupun jadi khatib salat Id. Nah, beliau ada teguran dari pimpinan,” tuturnya,  Jumat (22 Mei 2020).

Ia menjelaskan, pihaknya memahami keputusan tersebut dan menyetujuinya. Sebagai ganti, Yuli mengajukan dirinya bertindak sebagai imam sekaligus khatib salat Id di alun-alun Karanganyar.

“Kepala Kemenag minta izin ke saya. Pak Bupati, saya terhormat diberikan kesempatan jadi imam, tapi karena kami harus mematuhi pimpinan, saya memohon diri untuk tidak bersedia,” kata Yuli menirukan.

Ia menegaskan, bertugas sebagai imam sekaligus khatib tidak menjadi masalah buatnya. Karena secara tradisi memang dirinya kerap bertugas menjadi imam maupun khatib dalam salat Id di alun-alun Karanganyar beberapa tahun terakhir. Lebih lanjut pihaknya bahkan

Kepala Kemenag Karanganyar, Wiharso membenarkan menarik diri sebagai imam salat Id di alun-alun Karanganyar. Pihaknya juga tetap mengimbau masyarakat untuk menggelar salat Id di rumah masing-masing sesuai surat edaran dari Menteri Agama No 6 tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.

“Ini perlu pemikiran yang bijak dan harus dewasa semua. Imbauan tetap kita sampaikan, kalau melarang juga kan nggak pas. Kita juga harus mengedukasi masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan,” terangnya.

Comment

Feed Berita