by

Bupati Banjarnegara Tegaskan Izinkan Kegiatan Ekonomi Rakyat dan Perdagangan Tetap Buka Selama “Jateng di Rumah”

-Daerah, Update-dibaca 3.68Rb kali | Dibagikan 18 Kali

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono membuat kebijakan  memilih opsi “c” dalam Menyikapi Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengajak warga Jateng untuk tinggal di rumah pada 6-7 Februari 2020. Dengan demikian, maka pasar, PKL, resto, cafe, mall dan lain-lain di Kabupaten Banjarnegara tetap diizinkan buka, tentunya dengan protokol kesehatan.

“Pertimbangannya, kearifan lokal. Sebagai bupati saya harus bijak. Di satu sisi harus mematuhi instruksi  pusat, dalam ini Mendagri, tapi di sisi lain juga hormat pada edaran. Jadi kita ambil poin c, kita manfaatkan kearifan lokal. Jadi yang yang buka toko silakan, yang tidak buka ya silakan,” kata Bupati Budhi kepada media siber lintas24.com di Banjarnegara, Kamis (4 Februari 2021).

Namun demikian, Bupati Budhi mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi 3M. Dia juga mengimbau aparat  untuk bijak dalam menerapkan aturan, dan melayani masyarakat dengan sosialisasi yang baik.

“Kasihan, ini hampir setahun. Banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian. Mari kita saling bahu-membahu untuk menanggulangi pandemi ini,” inbuhnya.

Seperti diberitakan, telah terbit SE Gubernur Jateng nomor 443.5/0001933 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap II.  Dengan aksi “Jateng di Rumah Saja” pada 6-7 Februari 2021,

Gubernur mengajak warganya untuk tidak keluar rumah selama dua hari pada Sabtu-Minggu, yakni 6-7 Februari 2021.Namun demikian, gubernur masih memberi ruang bagi orang-orang yang berkecimpung di beberapa sektor tertentu.

Sesuai SE yang beredar, tertulis sektor yang diperbolehkan beraktivitas ialah sektor esensial, diantaranya bidang kesehatan, kebencanaan, keamanan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, perhotelan, dan konstruksi

 

 

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan Jaminan Kematian Untuk Dua Orang Guru di Purbalingga

Comment

Berita Lainnya