Buntut Bencana Tanah Bergerak Terkait Relokasi, BPBD Diminta Lakukan Kajian

By: On: Dibaca: dibaca 89.99Rbx
Buntut Bencana Tanah Bergerak  Terkait Relokasi, BPBD Diminta Lakukan Kajian

IMG_5914

 

Bupati Purbalingga Tasdi meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan kajian guna penanganan warga di  RT 1/RW 5 Desa Pagerandong Kecamatan Kaligondang, yangt rumahnya rusak karena terkena bencana alam tanah bergerak. “Secepatnya dilakukan kajian. Agar kita tahu apakah penanganan cukup dengan perbaikan rumah saja atau bahkan direlokasi,’ kata bupati saat mengunjungi warga korban tanah bergerak, Selasa (1/2).

Bupati mengatakan pihaknya merasa prihatin dengan adanya musibah tersebut. Diungkapkan warga di wilayahnya memang masih banyak yang menempati rumah di kawasan yang tekstur tanahnya labil. Sehingga rawan terjadi bencana alam, seperti tanah longsor dan tanah bergerak. “Jika memang berbahaya maka perlu dilakukan relokasi. Namun perlu dicari dulu lokasi lahan untuk relokasi. Ini tugas dari pemerintah desa,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Sembilan rumah warga  di wilayah Kecamatan Kaligondang dan Rembang terkena bencana tanah bergerak dan longsor. Masing-masing  enam rumah warga di RT 1/IV Desa Pagerandong, Kecamatan Kaligondang, sedang tiga rumah di wilayah RT 5/II Desa Wlahar Kecamatan Rembang.

“Satu rumah milik Suwardi (56) warga Desa Pagerandong mengalami rusak berat. Rumah tersebut terpaksa dikosongkan karena sudah tidak memungkinkan lagi ditempati,” kata Camat Kaligondang, Pandansari.

Kepala Desa Pagerandong Tri Adi Hernowo mengungkapkan, bencana tanah bergerak menimpa wilayah RT 1/IV dan merusakan rumah milik Rusidi, Sukenmdra, Supawi, Zaimi, Karmudi dan Suwardi. Rumah Suwardi mengalami rusak berat dan bergeser sekitar 0,5 meter serta amblas hampir satu meter. Semua lantai bangunan retak dan hancur, begitu pula dinding serta atap rumah sudah terkoyak dan tidak kokoh lagi. Rumah itu terpaksa harus dikosongkan, dan pemilik rumah mengungsi di rumah tetangga. Selain rumah milik Suwardi, lima rumah lainnya mengalami ambles sekitar 15 – 20 cm.

“Beruntung, begitu ada kejadian bencana tanah bergerak, penghuni rumah langsung lari keluar. Kejadian itu terjadi pada malam hari, Jum’at (20/1) malam,’ terangnya.

Tri Adi mengungkapkan, dengan kondisi tanah yang labil, enam rumah tersebut harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Warga bersedia direlokasi ke tempat yang lebih aman, hanya saja pihak pemerintah desa tidak memiliki lahan desa untuk tempat relokasi. “Lahan milik desa ada di tepi sungai dan lokasinya lebih jauh,” ujarnya

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!