Menu
Media Online Terpercaya

Budayawan Prie GS Tutup Usia

  • Share
Budayawan Prie GS (tengah) bersama Fuad Adi saat tasyakuran kelahiran buku “ESTRI” kekuatan dan kelembutan kisah-kisah perempuan menemukan makna dalam bisnis, di Wisma Theresia Bandungan Semarang, Rabu , (6 Januari 2021) Foto: Novi Abon Koki Purbalingga

Innalilahi wa innailaihi rojiun, budayawan kelahiran Kendal, Supriyanto GS atau lebih dikenal dengan nama Prie GS meninggal dunia. Diketahui, Prie GS meninggal dunia di RS Columbia Asia pagi ini sekitar pukul 06.42 WIB karena serangan jantung.

Baca Juga: Ini Alasan Fuad Adi Lahirkan Buku ESTRI. Tuliskan Kisah Sukses 19 Pengusaha Perempuan Ditengah Wabah Covid-19

Sebelum meninggal dunia, Prie GS sempat mengalami sakit dan dirawat di RS Columbia Asia Semarang. Prie dirawat sejak Rabu (10 Februari 2021). Saat menjalani perawatan, ia masih bisa berkomunikasi. Karena merasa kondisinya membaik, Prie sempat meminta pulang.

Baca Juga: “Sederhana Namun Menggoda”,  Abon Kelapa Cap Koki Purbalingga Raih Juara 1 UKM Pangan Award 2019 Tingkat Nasional

Ia kemudian mengalami serangan jantung dan pingsan pada Jumat (12 Februari 2021) selepas Subuh. Prie GS meninggal dunia pada usia 56 tahun. Jenazah Prie dibawa ke rumah duka di Jalan Candi Kalasan Selatan II Nomor 1003 RT 1 RW 12 Kalipancur, Semarang, Jawa Tengah. Ia dimakamkan di Pemakaman Berguto II Semarang.

Wartawan dan Budayawan

Baca Juga: Sujiatmi Notomiharjo, Ibunda Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Meninggal Dunia

Prie GS merupakan satu budayawan berkebangsaan Indonesia. Dia mengawali kariernya sebagai wartawan. Kemudian karirnya meningkat, Prie GS juga dikenal sebagai kartunis, penyair, penulis, dan public speaker di berbagai seminar, diskusi, dan menjadi host untuk acaranya sendiri, baik di radio maupun televisi.

Baca Juga: AKAR Indonesia dan ChildFund International di Indonesia Bakal Luncurkan Buku “Aku Siap Hadapi Covid-19”

Prie GS lahir dan besar di Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Rumah dan kehidupan di sekelilingnya merupakan “lingkungan industri” kartun sejak dekade 1970-an, dan Prie merupakan salah seorang yang menceburkan diri dalam dunia kreativitas menggambar itu.

Seperti kawan-kawan lainnya, dia pun mengirimkan karya-karya kartun ke berbagai media massa. Namun di kemudian hari, dia juga belajar khusus kepada kartunis kawakan dari harian umum Kompas, G.M. Sudarta. Selepas SMA, Prie GS melanjutkan pendidikan di jurusan seni musik, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Semarang.

Di sana kemampuannya semakin terasah dan mengawali kariernya sebagai wartawan Suara Merdeka. Sebagai wartawan yang dikaruniai talenta seni, Prie lebih banyak memegang rubrik-rubrik bermuatan kesenian, sembari secara rutin dia menggambar kartun setiap hari Minggu.

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *