by

Buaya Muara Berukuran 4 Meter Di Cilacap Mati Terjerat Jaring

-Daerah-dibaca 37.78Rb kali | Dibagikan 35 Kali

Buaya muara berukuran sekitar 4 meter yang meresahkan masyarakat pesisir Cilacap akhirnya tertangkap. Buaya tersebut terperangkap jaring apung milik nelayan di Segara Anakan, Minggu (4/8) pagi.

Buaya berbobot sekitar 395 kg ini ditemukan dalam keadaan mati di dalam jaring apung milik Daryanto (50) warga Dusun Ciperet Kelurahan Kutawaru Kecamatan Cilacap Tengah. Warga kemudian membawanya Dusun Ciperet Jojok Kulon Kutawaru.

Buaya yang sudah meresahkan masyarakat, terutama nelayan di perairan Segara Anakan ini kemudian dievakuasi oleh Satuan Polairud Polres Cilacap, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Cilacap, serta Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan Cilacap.

Kepala Satuan Polairud Res Cilacap AKP Huda Syafi’i mengatakan, buaya tersebut diketahui pada saat Daryanto akan menarik jaring. Akan tetapi jaring yang biasa ringan, kali ini saat diangkat terasa berat.

“Buaya muara ditemukan di perairan Segara Anakan sekitar Nusakambangan, dalam keadaan mati karena masuk ke jaring apong nelayan, dan diketahui sekitar pukul 05.00 WIB,” ujarnya, kemarin.

Nelayan kemudian melaporkan penemuan buaya muara tersebut kepada aparat kepolisian. Sehingga, Polair menggunakan kapal patroli menuju ke lokasi penemuan, untuk mengevakuasi buaya muara tersebut.

“Kita evakuasi buayanya, dan dibawa ke BKSDA,” katanya.

Bagian Pengendalian Ekosistem Hutan di BKSDA Wahyono mengatakan jika sesuai undang-undang, buaya muara tersebut dilindungi. Karena sudah dalam keadaan mati, maka pihaknya akan segera menguburkannya.

“Buaya dikuburkan, dan sebelumnya dilakukan berita acara kematian terhadap buaya muara ini,” katanya.

Meskipun satu buaya sudah tertangkap dalam keadaan mati, BKSDA akan terus memonitor dan memantau sekitar perairan Segara Anakan, untuk memastikan ada tidaknya lagi buaya yang muncul. Pasalnya, daerah mangrove di Segara Anakan menjadi habitat dari buaya muara.

“Ada yang lain lagi atau tidak, nanti akan dikaji, dan akan terus memonitor. Ada laporan lagi dari mayarakat atau tidak, yang terbukti baru satu ini, dan kemungkinan yang sering terlihat ya buaya ini,” ujarnya.

BKSDA mengatakan dengan tertangkapnya buaya muara yang berjenis kelamin betina ini, meski dalam keadaan mati, bisa membuat masyarakat lebih tenang. Terutama para nelayan, yang selama kemunculannya selama ini membuat mereka resah.

“Kekhawatiran masyarakat terhadap buaya lebih menurun, dan lebih tenang. Jika masyarakat menemui lagi buaya, bisa langsung melapor ke kami atau instansi terkait, desa atau pihak kepolisian, nanti akan ditindaklanjuti,” katanya.

Tertangkapnya buaya muara yang selama ini meresahkan masyarakat perairan Segara Anakan, menjadikan tontonan warga. Terutama besarnya tubuh buaya yang tertangkap tidak sengaja ini.

Buaya yang tertangkap jaring ini, memiliki luka di bagian kepala. Diduga luka yang terjadi diakibatkan benturan dengan karang, pada saat buaya masuk ke dalam jaring.

Setelah diserahkan kepada BKSDA dan dibuat berita acara, buaya muara tersebut dikuburkan di sekitar Pantai Teluk Penyu Cilacap.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemunculan buaya muara ini mulai diketahui pada awal Mei lalu di sekitar dermaga PT SBI. Selanjutnya, juga terlihat di sekitar rawa Segara Anakan. Petugas mulai dari BKSDA, Satpolair, Lanal, dan masyarakat mitra Polisi Kehutanan juga melakukan patroli dan penyisiran. BKSDA juga memasang rambu-rambu imbuaan dan waspada keberadaan buaya di beberapa titik, agar masyarakat nelayan tidak beraktivitas di sekitar habitat buaya muara ini.

 

 

 

 

Comment

Berita Lainnya