by

Briptu Desah Erintika Aprilliani, Anggota Unit Dikyasa Satlantas Polres Purbalingga: Jadi Polwan itu panggilan hati

-Update, Wanita-dibaca 18.71Rb kali | Dibagikan 175 Kali

Keinginannya untuk menjadi Polisi Wanita (Polwan) yang membanggakan dan bisa bermanfaat sekaligus berguna bagi masyarakat menjadi cita-citanya saat duduk dibangku SMA.

Selain itu, semangat mengabdi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendorongnya harus membulatkan tekad berjuang untuk dapat bergabung dengan Korps Baju Coklat.

“Jadi Polwan itu panggilan hati. Dulu saat SMA, saya melihat sosok Polwan dipinggir jalan itu keren, berwibawa sekali,” ungkap Briptu Desah Erintika Aprilliani anggota Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purbalingga.

Erin begitu ia dipanggil, gadis lajang kelahiran Purbalingga 24 April 1994 dan lulusan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) tahun 2014 angkatan 43, pertama kali bertugas di Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mataram, Polresta Mataram, Polda  Nusa Tenggara Barat ini mengaku, dibalik tekad dan perjuangannya yang kuat, ada dukungan besar yang tidak terlupakan dari keluarga terutama kedua orang tuanya. Sejak anak-anak sudah ditempa dilingkungan keluarga untuk hidup disiplin dan mandiri.

“Tidak boleh manja. Harus mau dan mampu untuk hidup disiplin dan mandiri,” ungkap anak pertama pasangan Kapten Nasri Danramil Belik Pemalang dan Sudarti PNS di Polres Purbalingga ini

Kini, lulusan SMA Negeri 2 Mataram ini sudah bergabung di Unit Dikyasa Satlantas Polres Purbalingga. Tugasnya memberikan pembinaan, penyuluhan pendidikan tentang lalu lintas kepada masyarakat. Seorang Polwan adalah yang dekat dengan masyarakat  serta dapat selalu dicintai oleh masyarakat.

“Untuk saat ini, kiprah Polwan dalam pandemi Covid-19 berperan membantu dan mendukung Polri  membantu masyarakat terdampak Covid-19, melalui gerakan bagi-bagi masker kepada masyarakat, penyuluhan, bakti sosial bagi masyarakat terdampak,” tuturnya

Comment

Berita Lainnya