Brigadir Polisi Satu Tri Ariyani – Bangga Jadi Pesinden Wayang Lalu Lintas

By: On: Dibaca: dibaca 70.91Rbx
Brigadir Polisi Satu Tri Ariyani –  Bangga Jadi Pesinden Wayang Lalu Lintas

tri aryani

 

Tampil menjadi Pesinden dalam pagelaran wayang lalu lintas menjadi kebanggaan tersendiri bagi Brigadir Polisi Satu Tri Ariyani.

Kolaborasi fenomenal yang ditunjukkan bersama Dalang Brigadir Teguh Riyanto menjadi terobosan Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Purbalingga untuk mensosialisasikan dan sekaligus memberikan edukasi tertib berlalu lintas dalam bentuk lain kepada masyarakat melalui media wayang.

Bersama teman satu profesinya, Brigadir Polisi Dua Lita Anggraeni, Ia sudah enam kali mendampingi Dalang Brigadir Teguh dalam pementasan wayang lalu lintas. Sedikitnya ada empat lagu yang dinyanyikan,saat dalang mulai membuka kelir wayang hingga paripurna (selesai-red).

“Nggak susah kok, asyik dan berkesan sekali, lagunya itu macam-macam, ada yang memakai Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Misalnya, lagu Polri, Prau Layar, dan Getuk,”ungkap Brigadir Polisi Satu Tri Ariyani.

Ia mengungkapkan, wayang bergambar anggota Polisi Lalu Lintas ini, membidik sasarannya anak usia dini hingga remaja untuk menyaksikan pertunjukan wayang dengan tampilan yang menarik.

“Melalui  wayang diharapkan dapat menajdi asupan tambahan bagi mereka untuk bisa tertib berlalu lintas harus dan menjadi keselamatan nomor satu,” ungkapnya.

Sebagai Pesinden lanjutnya, harus menguasai dan memahami apa yang sudah ditulis dalam skenario sang dalang, harus pas lagu-lagu yang dinyanyikan untuk mengiringi gerakan wayang . Selain itu Pesinden yang baik harus mempunyai kemampuan memahami keinginan sang dalang.

“Paling utama, harus kompak antara Dalang sebagai pemegang kendali acara, Pesinden sebagai penyanyi dan regu penabuh gamelan. Harmonisasi pasti indah untuk dilihat dan didengar,”ungkapnya.

Ia berharap, kedepan wayang lalu lintas harus tetap eksis dan bisa digabungkan dalam event tertentu untuk memberikan penyuluhan kepada orang tua maupun masyarakat secara umum.

“Sehingga kegiatan ini dapat terus melekat dihati dan mampu diketahui masyarakat secara luas untuk menciptakan tertib berlalu lintas,”ungkapnya.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!