BPBD Kabupaten Bandung Terus Evakuasi Warga dari Kepungan Banjir

By: On: Dibaca: dibaca 26.66Rbx
BPBD Kabupaten Bandung Terus Evakuasi Warga dari Kepungan Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung terus melakukan evakuasi warga terdampak banjir luapan Sungai Citarum. Hujan yang terus mengguyur sejak siang hingga malam hari, memicu peningkatan debit air di sungai yang membentang dari hulu ke hilir sepanjang 300 kilometer tersebut.

BPBD mendata, titik genangan banjir di Kelurahan Andir yakni di Kampung Parunghalang RW 2 (70 sentimeter), Kampung Cibadak RW 5 (90 cm), Kampung Ciputat (180 cm), Kampung Muara RW 7 (160 cm), Kampung Uwak (80 cm), Kampung Cigosol RW 9 (200 cm), Kampung Ciputat RW 13 (200 cm), dan Jalan Andir-Katapang (200 cm).

Sedangkan di Kelurahan Baleendah, lanjut Tata, banjir menggenangi Kampung Cieunteung RW 20 (200 cm), Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot (40 cm), dan Jalan Anggadireja-Baleendah (90 cm). Banjir menggenangi 1.688 rumah warga, 1 sekolah, dan 8 rumah ibadah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Tata Irawan di pusat data dan operasi BPBD Kabupaten Bandung mengungkapkan, hingga Senin, (13 November 2017) malam, sebanyak 20 personel BPBD Kabupaten Bandung terus melakukan evakuasi warga terdampak banjir yang dibagi ke beberapa permukiman penduduk.

“Salah satu titik upaya evakuasi yakni di Kampung Babakan Leuwi Bandung RT 6 RW 14 Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot,”ungkapnya kepada lintas24.com.

Untuk wilayah Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot, lanjut Tata, banjir menerjang Kampung Babakan Leuwi Bandung RW 1 (110 cm), Kampung Babakan Leuwi Bandung RW 2 (120 cm), Kampung Babakan Leuwi Bandung RW 3 (90 cm), Kampung Leuwi Bandung RW 14 (160 cm), Kampung Kalisobon RW 4 dan RW 5 (70 cm), Kampung Kalisobon RW 16 (60 cm), Kampung Kalisobon (40 cm), dan Jalan Sukabirus (50 cm). Jumlah bangunan yang terendam meliputi 353 rumah warga, 2 gedung sekolah, dan 4 tempat ibadah.

Di Desa Dayeuhkolot, sebanyak 12 permukiman penduduk terendam banjir, terdiri dari Kampung Babakan Sangkuriang Rw 1 (150 cm), Kampung Citeureup RW 2 (135 cm), Kampung Cilisung RW 3 (150 cm), Kampung Bojong Asih RW 4 (190 cm), Kampung Bojong Asih RW 5 (120 cm), Kampung Bojong Asih RW 14 (175 cm), Gang Toha RW 7 (40 cm), Kampung Bolero RW 8 (175 cm), Kampung Kaum RW 9 (110 cm), Kampung Kaum RW 10 (30 cm), Kampung Kaum RW 11 (50 cm), dan Kampung Cilisung RW 13 (90 cm).

“Ketinggian permukaan banjir di wilayah tersebut mencapai lebih dari 160 sentimeter. Ini disebabkan tingginya intensitas hujan ini menjadi pemicu meluasnya genangan banjir di Bandung selatan. Saat debit air Sungai Citarum sudah meningkat dan berpotensi pada meningginya permukaan banjir, personel kami sudah siap di lapangan untuk melakukan evakuasi,” ucap Tata.

Peningkatan debit air di aliran Sungai Citarum ini lanjutnya, turut pula dipengaruhi peningkatan debit air dari anak-anak Sungai Citarum, baik yang berada di Kabupaten Bandung maupun dari Kota Bandung.
Berdasarkan hasil asessment BPBD Kabupaten Bandung pada pukul 18.00, banjir menerjang 2 kelurahan di Kecamatan Baleendah yakni Kelurahan Andir dan Kelurahan Baleendah. Sedangkan di Kecamatan Dayeuhkolot, banjir menggenangi 2 desa yakni Desa Citeureup dan Desa Dayeuhkolot, serta Kelurahan Pasawahan.

Terdapat 1.599 rumah warga terendam banjir. Selain itu, banjir juga turut merendam 7 sekolah dan 15 tempat ibadah. Sedangkan di Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot, permukiman penduduk yang terendam banjir yakni Kampung Palasari RW 2 (110 cm) dan Kampung Cisirung (130 cm) dengan jumlah rumah warga yang terendam banjir sebanyak 137 rumah

“Banjir pun turut merendam Jalan Raya Dayeuhkolot-Mohamad Toha (40 cm) dan Jalan Raya Dayeuhkolot tepatnya di depan Kantor Pos Dayeuhkolot (40 cm),” ungkap dia. (wiwit windiarto)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!