by

BMKG Perkirakan Musim Hujan di Indonesia Akan mulai Pada Akhir Oktober

-Daerah, Update-dibaca 6.88Rb kali | Dibagikan 17 Kali

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Indonesia akan dimulai secara bertahap dikisaran akhir bulan Oktober 2020.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengungkapkan, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami puncak musim hujan di bulan Januari dan Februari 2021, terutama di wilayah bagian barat.

“Sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 ZOM (72,5 persen),” ungkapnya kepada siber lintas24.com, Rabu (09 September 2020).

Ia mengimbau agar pemerintah daerah menyiapkan mitigasi bencana sejak dini untuk wilayah yang diperkirakan mengalami musim hujan lebih maju dan basah.

“Mitigasi tersebut dengan melakukan pengelolaan tata air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Antara lain dengan upaya memenuhi dan menyimpan air lebih lama ke danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya, serta penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air berlebih,” katanya

Deputi Klimatologi BMKG, Herizal, turut menyampaikan, bahwa datangnya musim hujan umumnya berkaitan dengan peralihan angin timur yang bertiup dari Benua Australia, menjadi angin barat yang bertiup dari Benua Asia.

“Peralihan angin monsun diprediksi akan dimulai dari wilayah Sumatra pada Oktober 2020, lalu wilayah Kalimantan, kemudian sebagian wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara pada November 2020 dan akhirnya Monsun Asia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021,” jelas Herizal.

Ia menambahkan, dari total 342 zona musim (ZOM) di Indonesia, 34,8 persen ZOM diprediksi akan mengawali terjadinya musim hujan pada bulan Oktober 2020, yakni sebagian dari wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Sementara, sebanyak 38,3 persen memasuki musim penghujan di bulan November 2020 meliputi sebagian wilayah dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

“16,4 persen ZOM di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT dan Papua akan masuk awal musim hujan di bulan Desember 2020,”tambahnya.

Dibandingkan terhadap rerata klimatologis awal musim hujan (periode 1981-2010) maka secara umum 2020/2021 awal musim hujan diperkirakan mundur pada 154 ZOM (45 persen). Sama dengan normal pada 128 ZOM (35 persen) dan maju pada 68 ZOM (20 persen).

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim, Dodo Gunawan, mengatakan masyarakat perlu meningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan lebih basah dari biasanya yaitu Sumatera, Jawa dan sebagian kecil Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Papua.

Serta perlu mewaspadai pula wilayah-wilayah yang akan mengalami Awal Musim Hujan sama atau sedikit terlambat (10-20 hari), terutama di wilayah-wilayah sentra pangan seperti Jawa, Bali, NTB dan Sulawesi.

“Masyarakat diharapkan dapat lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim hujan terutama di wilayah yang rentan terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,”tukasnya.

Editor : Rizky Riawan Nursatria

Comment

Berita Lainnya