BMKG Cilacap : Soal Tsunami, Warga Cilacap Diminta Tenang

By: On: Dibaca: dibaca 23.74Rbx
BMKG Cilacap : Soal Tsunami, Warga Cilacap Diminta Tenang

 

Dengan adanya informasi perkiraan gempa dan tsunami yang bisa terjadi di pantai selatan Jawa. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Cilacap menanggapi agar masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak perlu resah.

“Potensi terjadinya gempa dan tsunami memang ada. Namun hingga saat ini belum ada orang atau alat yang mampu untuk memprediksi kapan, dimana, dan berapa kekuatan dari gempa,” ungkap Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo.

Menurutnya tujuan dari prediksi atau potensi gempa tersebut hanya untuk kewaspadaan. Sehingga ketika terjadi hal semacam itu masyarakat sudah siap. Bagaimana cara melakukan evakuasi dan lain sebagainya.

“Di negara maju pun belum ada yang bisa memprediksi kapan akan terjadinya gempa. Ini hanya sebagai kewaspadaan akan adanya ancaman gempa besar atau megathrust yang terdapat di selatan Jawa. Karena ada pertemuan lempeng antara Indo-Australia dan Eurasia,” katanya.

Kemudian terkait dengan perhitungan ketinggian gelombang tsunami, tidak semua rata-rata seluruhnya 20 meter. Namun untuk wilayah Cilacap ketinggianya bisa sekitar 9 meter, kemudian setiap jarak 300 meter akan meluruh sekitar 1 meter.

“Kalau misalkan jarak rumah ke pantai sekitar 1 kilometer, maka masih akan terkena ketinggian gelombang sekitat 6 meter. Itunganya seperti itu,” katanya.

Imbauanya untuk masyarakat karena Cilacap berada di daerah rawan gempa dan tsunami maka untuk tetap siap, siaga, dan waspada. Setidaknya setiap keluarga diharapkan memiliki prosedur untuk melakukan evakuasi, ketika terjadi bencana tahu apa yang harus dilakukan.

“Dalam kondisi apapun semua harus punya prosedur baik ditempat kerja maupun rumah. Sehingga ketika ada tsunami bisa mengetahui harus pergi ke mana,” kata dia.

Selama ini memang jika ada info gempa berpotensi tsunami masyarakat lebih memilih untuk pergi ke daerah bandara Tunggul Wulung yang merupakan dataran tinggi. Sebenarnya tidak perlu untuk ke sana, tetapi bisa melakukan evakuasi vertikal ke gadung-gedung bertingkat yang lebih dari dua lantai. Tentunya gedung yang kuat dan tahan gempa.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!