Black’suta Coffee Rekatkan Persaudaraan

By: On: Dibaca: dibaca 59.91Rbx
Black’suta Coffee Rekatkan Persaudaraan

Pernak-pernik Reuni Perak Alumni Tahun 1993 SMA Negeri Purbalingga

 

 

Kopi, siapa yang tidak kenal dengan jenis minuman yang satu ini. Minum kopi (ngopi) bisa dikatakan telah jadi banyak sahabat setia bagi siapapun yang ingin terjaga sepanjang hari. Rasanya yang begitu nikmat dan baunya yang begitu wangi dia hadir untu memberikan berjuta inspirasi didalam hidup penikmatnya

Ngopi adalah alat untuk berbagi. Apakah berbagi kisah, pengalaman ataupun cita-cita, bahkan juga bisa digunakan untuk mengasah kemauan serta kemampuan kepedulian kepada sesama. “Ritual” ngopi bisa tak terbeli, saat hangatnya menyuguhkan persahabatan dan persaudaraan

Seperti terlihat di acara reuni perak “Selawe Tahun Kumpul Maning” alumni tahun 1993 SMA Negeri Purbalingga, Minggu (17 Juni) 2017 di aula pertemuan SMA Negeri 1 Purbalingga. Johari Effendy, yang pernah duduk dibangku kelas III A3 4 ini melapak ditemani tiga meja panjang dan mesin-mesin pengolah kopi. Di teras kelas sebelah timur aula pertemuan, ia dikawal ketat Indrawan Prasetyo dan Rony Susetyo mengajak kawan-kawan seperjuangan 25 tahun yang lalu untuk berendam dalam ingatan, dan merawat kenangan kala masih menggapai asa di sekolah Ganesha Purbalingga

Menyajikan bermacam pilihan kopi Americano, Espresso, Sanger Espresso, Long black, dan single original: kopi Aceh Gayo, Sidikalang, Garut, Gunung Halu, Mangarai, Toraja dan Papua. Black’suta dibaca (bla ka suta), diusung Johari dan teman-temannya untuk mencampurkan rasa kebanggaan, kepedulian serta keikhlasan hati kepada almamater tercinta. Blakasuta merupakan kata yang tak asing lagi masyarakat penginyongan di Kabupaten  Purbalingga. Filosofi blakasuta boleh diartikan sebagai sifat apa adanya.

Namun, ada persyaratan yang dipasang Johari untuk kawan-kawannya, “Donasi SMA, Rp.20rb, dapat kopi gratis”. Persyaratan yang diajukan oleh Johari ini bukan tanpa alasan, Ia mencoba mengaduk nikmatnya ngopi dan kepedulian serta keikhlasan berdonasi untuk adik-adik kelasnya.

“Bertemu, ngopi dan ngobrol bareng bersama kawan lama merupakan hal yang paling berkesan, apalagi sudah dua puluh lima tahun tak berkumpul. Untuk menambah kesan lebih mendalam, kita sisihkan donasi untuk adik-adik kelas kita yang berprestasi saat ini,” ungkap Johari Effendy yang menekuni dunia Lawyer di Jakarta

Johari menyakini, ngopi itu mempermudah kawan lama untuk blakasuta. Karena pecinta kopi tidak akan sanggup menahan rasa untuk berbagi. Tentu saja berbagi cerita, masa lalu memang tak bisa di ulang lagi. Namun dari masa itulah, kita belajar bahwa masa ini pun dimasa depan akan menjadi masa lalu, sehingga bagaimana hari ini akan menjadi cerita yang membanggakan dimasa depan

“Sahabat bukan tentang siapa yang datang paling pertama dan yang paling perhatian, melainkan sahabat adalah mereka yang datang kemudian tidak akan pernah pergi. Selamanya Ganesha tetap almamater terbaik dihati kita,” ungkap Johari

Sampai penghujung acara, terkumpul uang donasi sebanyak Rp. 1.250.000 dan telah tersaji sebanyak 258 gelas kopi berbagai pilihan rasa. Nantinya uang donasi yang terkumpul ini akan disalurkan kepada panitia pelaksana kegiatan untuk diteruskan ke sekolahan.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!