by

Bidan Terpapar Covod-19, Puskesmas Pengadegan Purbalingga Ditutup Tiga Hari. Setiap Puskesmas Wajib Tes PCR Minimal 8 Orang Setiap Hari

-Daerah, Update-dibaca 7.00Rb kali | Dibagikan 27 Kali

Dinas Kesahatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga mengambil langkah cepat untuk menekan penyebaran Covid-19. Pasalnya, setiap hari muncul kasus baru, walaupun ada yang sembuh sehingga memang keberadaan Covin-19 tidak bisa diremehkan, sudah menyangkut berbagai klaster, seperti klaster perkantoran, tenaga kesehatan dan sebagainya.

“Contohnya, besok saya tutup Puskesmas Pengadegan selama tiga  hari karena ada bidan yang positif Covid-19 di sana,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga Hanung Wikantono dalam kegiatan Pemantauan Posko Penanganan Covid-19 di Kantor Kecamatan Kalimanah, Senin (5 Oktober 2020).

Ia mengungkapkan, setiap Puskesmas di Kabupaten Purbalingga mulai besok, Selasa (6 Oktober 2020) akan melaksanakan tes Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), minimal terhadap minimal delapan orang setiap harinya.

“Hal ini sesuai instruksi langsung oleh Pjs Bupati melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga. Hari ini sudah saya WA ke grup Kepala Puskesmas. Nanti segara dilanjutkan dengan surat resmi. Mulai besok pagi tiap Puskesmas melaksanakan minimal delapan pemeriksaan (PCR),” katanya

Ia menegaskan, seharusnya Kabupaten Purbalingga bisa melakukan Test PCR terhadap 943 orang untuk setiap minggunya. Dengan target delapan orang untuk 22 puskesmas selama tujuh hari. Diharapkan target World Health Organization (WHO) tersebut dapat terpenuhi.

“Target jumlah PCR itu untuk memenuhi target dari WHO,  karena selayaknya setiap 1000 penduduk dilakukan 1 orang tes PCR setiap minggunya. Dari target tersebut, Kabupaten Purbalingga baru menjangkau 18%, atau 917 orang untuk bulan September lalu,” ungkapnya.

Ia merinci, sasaran Tes PCR bisa ditujukan terhadap para tenaga kesehatan, lingkungan pasien positif, maupun, karyawan pabrik, ataupun tracing terhadap 30 orang yang pernah berinteraksi dengan pasien positif.

“Status Pandemi Covid-19 di Kabupaten Purbalingga berada pada zona oranye. Hari ini Senin (5 Oktober 2020) terdapat 41 pasien positif yang dirawat. Total kasus positif sebanyak 185 dari bulan Maret, 142 diantaranya sudah sembuh. Jadi tingkat kesembuhan masih 76,75%. Itu di bawah 80%

Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana mengapresiasi langkah Dinkes Purbalingga untuk mengejar target test PCR dari WHO. Selain mendisiplinkan protokol kesehatan juga perlu mendisiplinkan 3T, yakni Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan), dan Treatment (pengobatan).

“Harapannya saat Bupati selesai cuti nanti, tanggal 6 Desember 2020 kasus Covid-19 mulai melandai di Purbalingga,” katanya.

Sarwa Pramana meminta kepada para gugus tugas penanggulangan Covid-19, untuk mewaspadai kerumunan di Pasar Tradisional dan tidak mempermudah memberi izin penyelenggaraan acara yang mengumpulkan banyak masa, melebihi 50 orang. Kepada para kepala desa, juga diminta untuk me-lockdown tingkat RT untuk wilayah yang terpapar Covid-19.

“Untuk para tenaga kesehatan harus menggunakan APD, kalau bisa level 3, agar tidak menjadi korban ketidakjujuran pasien yang terpapar Covid-19. Tentunya harus mengaktifkan Satgas Jogo Tonggo dengan mengedepankan sisi kemanusiaan dan kepedulian sosial,” katanya

Comment

Berita Lainnya