Bhabinkamtibmas Polsek Bobotsari Tumbuhkan Rasa Cinta Alam Kepada Anak-anak

By: On: Dibaca: dibaca 14.25Rbx
Bhabinkamtibmas Polsek Bobotsari Tumbuhkan Rasa Cinta Alam Kepada Anak-anak
Brigadir Fajar Agus Setiawan anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Bobotsari bersama anak-anak di Dusun 5 Desa Dagan Kecamatan Bobotasari

Selain melaksanakan kunjungan/ sambang kepada masyarakat untuk mendengarkan keluhan warga masyarakat tentang permasalahan keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan memberikan penjelasan serta penyelesaiannya, memelihara hubungan silaturahmi/ persaudaraan. Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) harus dapat menggerakkan kegiatan masyarakat yang bersifat positif.

Seperti yang dilakukan Brigadir Fajar Agus Setiawan anggota Polsek Bobotsari yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Dagan. Anggota Polri lulusan Pendidikan Kepolisian di SPN Polda Jawa Tengah gelombang 2 tahun 2007 selalu mengenalkan tentang profesi Polisi kepada anak-anak.

“Saya kenalkan tugas polisi sebagai pelindung, pangayom, pelayan masyarakat kepada anak-anak. Metodenya dengan bahasa sederhana dan dengan metode belajar sambil bermain,”ungkap Brigadir Fajar Agus Setiawan

Tujuan kegiatan Polisi Sahabat Anak ini lanjut  Pria kelahiran Purbalingga, 30 Agustus 1989, untuk menanamkan kecintaan anak-anak kepada polisi sejak dini. Diharapkan para anak-anak ini kelak kalau sudah dewasa bisa lebih disiplin dan mematuhi segala peraturan perundang-undangan.

“Polisi baik kok, janganlah digunakan untuk menakut-nakuti. Kami selalu rutin melaksanakan sambang dan mengimbau kepada orang tua, sentuhan dan pantauan untuk tidak menakuti anak-anaknya dengan sosok Polisi yang menyeramkan. Kegiatan sambang kepada orang tua dan anak-anak ini juga merupakan kebijakan pimpinan Polri,”ungkapnya

Selain itu, Brigadir Fajar Agus Setiawan juga menebarkan kepedulian untuk anak-anak agar mencintai lingkungan melalui pembiasaan hidup yang ramah. Karena pada usia dini merupakan dasar pembentukan karakter anak.

“Saya berbagi, bagaimana cara menanamkan rasa cinta kepada lingkungan dan alam. Bagaimana cara merawat lingkungan dan membersihkan lingkungan secara nyata,”ungkap Brigadir Fajar Agus Setiawan  yang juga anggota Perhimpunan Pegiat Alam Ganesha Muda (PPA Gasda) Purbalingga

Brigadir Fajar Agus Setiawan juga tak segan-segan mengajarkan kepada anak-anak untuk membuang sampah di tempatnya. Tidak boleh membuang sampah seenaknya. Selain itu menyediakan tempat sampah yang ideal dan mudah dijangkau oleh anak-anak merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang harus mulai dilakukan sejak usia dini.

“Ini yang paling penting, jangan  membuang sampah di sungai. Momentum penting hari ini adalah banyak sungai yang perlu di perbaiki dari hulu dan hilir, banyak sampah di sungai,”ungkapnya.

Membuang sampah di sungai akan berdampak negative lanjut Brigadir Fajar Agus Setiawan. Sampah yang dibuang di sungai, akan menyebabkan air sungai tercemar, baik dari warna, bau dan rasa. Dan apabila ada masyarakat yang masih mandi di sungai akan menyebabkan gatal-gatal.

“Pelan-pelan kita ajarkan dan memberi contoh akibat Jika membuang sampah di sungai. Pasti akan menyebabkan banjir. Di musim penghujan,penumpukan sampah  akan menghambat aliran sungai dan menyebabkan air sungai meluap dan akhirnya terjadi banjir,”ungkapnya.

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!