by

Bersepeda Keliling Purbalingga. Jeni, Cawabup Nomer Satu Serap Aspirasi Masyarakat Purbalingga

-Politik, Update-dibaca 10.51Rb kali | Dibagikan 93 Kali

Bersepeda keliling kota Purbalingga menjadi pilihan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Purbalingga nomer urut satu, Zaini Makarim Supriyatno (Jeni) untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Purbalingga.

Bersama istri, Yati Zaini Makarim, Jeni berkeliling kota sekaligus melihat kondisi dan suasana minggu pagi, saat banyak warga yang beraktifitas olahraga pagi untuk menjaga kebugaran dan kesehatan badan.

“Hari ini, saya sengaja menyempatkan waktu untuk berolahraga. Hari minggu ini, aktifitas saya cukup longgar dan bisa menjalankan hobby saya bersepeda, Bersama istri. Kesibukan saya cukup padat, terutama saat ini selama masa kampanye. Namun saya harus tetap bisa  membagi waktu untuk tetap berolahraga,” kata Jeni, Minggu (11 Oktober 2020).

Jeni juga menyempatkan untuk melihat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), yakni pendampingan dalam pembenahan dan revitalisasi kawasan kumuh di perkotaan. Saat ini, Purbalingga masih berada di rangking ke 5 sebagai daerah termiskin di Jawa Tengah, yang masih membutuhkan peran serta warga dan pemerintah untuk lebih menggiatkan sektor perekonomian.

“Kedepan, beberapa lokasi yang dinilai masih sangat kumuh di Kabupaten Purbalingga, akan segera direvitaisasi, dengan tujuan agar masyarakat bisa lebih sejahtera. Peningkatan akses masyarakat berperan penting dalam memajukan perekonomian daerah,” ungkap Jeni.

Jeni menunjukan satu lokasi yang dikunjungi yakni di Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga. Kawasan ini dulunya terkenal kumuh, setelah direviltalisasi, tempat ini menjadi lebih baik.

“Selain lebih tertata, aliran sungai yang dulunya sebagai tempat pembuangan sampah, telah berubah menjadi lokasi karamba untuk memelihara berbagai jenis ikan,” ungkapnya.

Warga Kelurahan Purbalingga Lor, Suyatno menyakini, kegiatan ini sangat membantu warga karena bisa memudahkan akses sekaligus meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Sebelumnya tempat ini, merupakan kawasan kumuh yang sangat tidak terawat. Namun dengan adanya program Kotaku sejak tahun 2016 lalu, wilayah ini semakin tertata. Pembangunan jalan inspeksi yang juga membuka akses warga, ikut menyumbang peningkatkan ekonomi warga yang dulunya kesulitan akses jalan, termasuk adanya kolam-kolam karamba di sungai yang kini telah bersih,” katanya

 

Comment

Berita Lainnya