BERBAGAI TYPE GURU- Oleh Ummi Mukaromah,S.Pd.MM

By: On: Dibaca: 31,512x
BERBAGAI TYPE GURU- Oleh Ummi Mukaromah,S.Pd.MM

SD Negeri 1 Klapasawit Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga

 

Motivasi seorang guru untuk berkinerja saat ini sangat beragam. Baik pada guru muda maupun untuk guru yang sudah senior, bahkan menjelang purna tugas. Baik yang di kota besar ataupun yang di desa bahkan yang di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Di tengah era revolusi industri 4.0 berbagai kinerja dipengaruhi banyak hal, diantaranya: mental kepribadian, motivasi ketaqwaan, motivasi ekonomi, prestasi, semangat berkarya, lingkungan keluarga, lingkungan tempat bekerja termasuk tim suatu sekolah, kompensasi, pemimpin, kejelasan tujuan,  kesehatan, kemajuan informasi dan teknologi serta keprofesionalan diri guru dan lain-lain.

Berbagai keadaan dan motivasi seorang guru akan mudah terlihat dalam kurun waktu tertentu. Keadaan ini akan berubah bersama waktu. Beberapa type gurupun dapat diandaikan seorang pemburu, dilihat dari kebiasaan yang dilakukannya dalam kurun waktu tertentu. Type berburu seorang guru akan di uraikan di bawah ini.

Berburu jam mengajar, bagi mereka bapak ibu guru yang mencari pemenuhan jam mengajar sesuai tugas dalam surta keputusan sekolahnya. Setelah jam mengajarkan dilaksanakan maka menganggap bahwa tugas atau pekerjaannya sudah selesai. Merasa bebas untuk mengerjakan apapun.

Pada beberapa waktu yang lalu pernah mendengar guru yang memilikipekerjaan sambilan di luar jam mengajar. Guru type  ini lambat laun akan terkikis dengan adanya sistim absensi on-line dan dengan semakin meningkatnya kesejahteraan.

Berburu jam kerja, bapak ibu guru yang setia menunggu jam kerja selesai, entah apa saja yang dikerjakan. Begitu jam kantor habis, maka pulang dan selesai. Waktu yang tersisa setelah selesai mengajar dan menyelesaikan administrasi dimanfaatkan untuk kegiatan yang kurang bermanfaat.

Guru berburu pengembangan diri, guru di sini senang menambah ilmunya dengan mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri. Baik itu Pendidikan dan latihan atau diklat, bimbingan teknis atau bimtek, workshop, In House Training (IHT) atau apapun kegiatan  yang dapat menambah ilmu pengetahuan, menggingat kembali teori-teori yang harus diterapkan, meng-update ilmu, melebarkan link/komunitas kegiatan dll.

Baik secara tatapmuka langsung maupun yang dalam jaringan. Kegiatan ini bermacam-macam cara perolehan undangannya, yaitu ada yang diusulkan oleh atasan, ditunjuk dinas berwenang, mendaftarkan diri sendiri melalui pendaftaran baik langsung mauppun on-line, melalui seleksi kepesertaan.

Guru di sini tidak begitu memperhatikan pada kegiatan berbayar atau gratis. Ilmu yang diterima lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan dana yang harus dikeluarkan. Semangat meng-upgrade diri termasuk bagus. Pemburu di sini merasa memilki kebutuhan untuk selalu mengembangkan dirinya.

Guru berburu karya, guru mulia dengan karya telah menjadi satu slogan tersendiri untuk suatu kiprah keberadaannya.  Dengan targed tersendiri untuk suatu jangka waktuguru ini mentarged akan membuat suatu karya yang mendukung tugas pokoknya sebagai pengajar.

Misalnya targed satu tahun satu buku, satu tahun satu pengiriman artikel populer di media massa, membuat best prektis, modul, diktat dan lain-lain seperti yang tercantum dalam kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan guna mendukung pengembangan profesi guru pembelajar.

Karyanya akan menjadi produk yang menghasilkan uang, point angka kredit jabatan guru, dokumen pribadi, koleksi perpustakaan, pembangkit semangat pribadi dan pembaca, menghidupkan kegiatan literasi di sekolah, dan segala yang positif. Guru berburu karya biasanya juga termasuk guru berburu diklat, karena dengan diklat dan sejenisnya akan memotivasi/ terpacu untuk membuktikan hasil kegiatan pengembangan diri yang telah diikuti menjadi karya nyata.terkadang setelah mengikuti suatu pengambangan diri akan muncul ide yang bisa ditulis.

Berburu lomba, guru berburu lomba akan menikmati kompetisi-kompetisi yang diadakan berbagai instansi. Tujuan mengikuti berbagai lomba adalah untuk mengasah kemampuan, mengukur ketrampilan, mengikuti ketentuan berlaku, mencari link/komunitas terbaik, membarakan semangat memperbaiki diri.

Jika menang maka didapatkan pula piagam penghargaan, sejumlah uang pembinaan, dan bahkan jalan-jalan ke luar negeri gratis bisa didapat. Kebutuhan pengakuan atas prestasi menjadi penting dalam hal yang dikuasainya.

Berbagai type guru di atas tidak lepas dari  teori kebutuhan Maslow yaitu dari berupa kebutuhan fisiologi, rasa aman, kasih sayang, penghargaan dan kebutuhan tertinggi yaitu aktualisasi diri.

Jika anda guru, masuk pada bagian yang manakah? Semua guru baik dan mencerdaskan anak bangsa. Menjadi guru hebat, guru super atau guru idaman akan didapat dari beberapa macam tipe di atas.

Guru yang baik dan bermutulah yang ditunggu negara dan peserta didik untuk meningkatkan derajat pendidikan. Karena guru adalah agen perubahan. Sesuai dengan Permenpan RB nomor 16 tahun 2009 guru dituntut mengembangkan dirinya dan melaksanakan publikasi ilmiah juga membuat karya inovatif untuk memberikan contoh positif kepada peserta didik sesuai tugas pokok guru maupun bakat dan minatnya masing-masing.

Dengan keteladanan semangat mencari ilmu dan menambah wawasan juga karya nyata diharapkan meningkatkan kinerja dan hasil kerja.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!