Bentuk Karakter, Pendidikan dan Kebudayaan Tak Boleh Dipisahkan

By: On: Dibaca: dibaca 87.04Rbx
Bentuk Karakter, Pendidikan dan Kebudayaan Tak Boleh Dipisahkan

DSC02149

Dalam rangka menggelorakan revolusi mental melalui pendidikan yang berkarakter, Bupati Purbalingga menekankan pentingnya kolaborasi antara unsur pendidikan dengan kebudayaan. Karenanya, Kabupaten Purbalingga kini kembali menggabungkan bidang kebudayaan yang semula bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) kembali bersama Dinas Pendidikan menjadi OPD baru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud).

“Saya berharap, ketika ada penggabungan OPD ini harus punya nilai lebih. Terutama dalam mendidik anak agar tidak hanya mencapai target kuantitas dan kualitas saja, namun harus memiliki karakter yang bagus,” kata Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM saat bersilaturahmi dengan jajaran UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Padamara, Senin pagi (30/1).

Bupati Tasdi menyambangi kantor UPT Dindikbud Padamara, usai melakukan silaturahmi apel kerja pagi di halaman kantor Kecamatan Padamara. Selain ke UPT Dindikbud, Bupati juga menengok aktifitas kerja di UPT Dinas Kesehatan Puskesmas Kecamatan Padamara.

Ditegaskan Bupati, gerakan revolusi mental sebagaimana diamanatkan oleh Presiden RI Joko Widodo, terlebih dahulu diterapkan kepada jajaran aparatur pemerintah sebagai penyelenggara pemerintahan. Termasuk para guru dan pejabat di jajaran Dindikbud. “Revolusi mental adalah paradigma baru bagaimana mengubah cara berpikir, bertindak, berperilaku dan cara bekerja. Ini harus diubah dengan cara membangun integritas, etos kerja dan kebersamaan,” jelasnya.

Bupati juga mengingatkan agar jajaran pendidikan dan kebudayaan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya senantiasa berpedoman kepada peraturan yang berlaku. Apalagi ketika menyangkut penggunaan angaran atau keuangan. “Saya berharap mulai tahun 2016/2017 ini tidak ada lagi temuan di bidang pendidikan,” katanya.

Menurut Bupati, temuan pemeriksaan keuangan baik yang dilakukan oleh inpektorat maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), biasanya menyangkut tiga aspek. Yakni ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, sistem pengendalian internal lemah, dan adanya kerugian negara. “Hindari kerugian negara. Saya paling sedih kalau harus tanda tangan oleh inspektorat adanya temuan untuk mengembalikan kerugian negara. Saya mohon mulai hari ini tidak ada lagi hal seperti itu,” katanya.

Selain di internal UPT Dindikbud, Bupati juga berpesan agar seluruh aparatur di tingkat kecamatan utamanya Camat, Kepala UPT Dindikbud dan UPT Dinas Kesehatan (Puskesmas-red) agar berkolaborasi menggerakan partisipasi jajaran dan masyarakat dalam mengubah Purbalingga menjadi lebih baik.

Usai bersemuka dengan para pendidik, Bupati Tasdi didampingi Sekretaris Daerah Wahyu Kontardi, SH ; Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ir. Sigit Subroto, MT ; Asisten Administrasi Umum Drs Widiyono, MSi ; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Heriyanto, SPd, MSi dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tri Gunawan Setyadi, SH, MH melakukan kunjungan ke Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Padamara.

Ditempat itu, Bupati sempat menjenguk sejumlah pasien yang rawat inap. Dari penuturannya, didapati kebanyakan pasien dirawat karena penyakit dalam seperti thipus dan demam. Dari lima pasien yang rawat inap terdapat dua pasien anak. Selain memberikan motivasi, Bupati juga memberikan sekedar uang jajan kepada kelima pasien rawat inap.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!