Beli Jajanan Di Pasar Kampung Duku Kalikajar Harus Pakai Uang Tempurung

By: On: Dibaca: dibaca 9.04Rbx
Beli Jajanan Di Pasar Kampung Duku Kalikajar Harus Pakai Uang Tempurung

Berbuka puasa di Bulan Ramadhan 1440 Hijriyah tahun ini akan berbeda. Pasalnya, di Desa Kembaran, Wetan, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, sehari sebelum puasa Ramadhan Minggu (5 Mei 2019) baru diluncurkan Pasar Kampung Duku. Selama bulan puasa, pasar akan buka pada sore hari mulai pukul 15.00 WIB. Jajanan yang dijual juga menyesuaikan seperti takjilan.

Untuk membeli jajanan dan makanan khas ndeso, tidak langsung menggunakan mata uang rupiah untuk transaksinya. Pengelola menyediakan uang kleweng dari tempurung. Pengunjung harus menukarkan uang rupiah dengan uang kleweng tempurung. Jika uang yang ditukar tak habis, bisa ditukar kembali dengan uang rupiah. Cara ini memang tidak berbeda dengan pasar kuliner wisata di pasar Karetan Kendal, pasar Papringan dan beberapa tempat lain

“Pasar Kampung Duku yang berada di RT 5 Dusun II, selain untuk menggerakan ekonomi masyarakat, juga diharapkan agar desanya makin dikenal masyarakat luas. Kami ingin desa kami dikenal sebagai kampung kuliner dan juga kampung penghasil buah duku,” ungkap Kepala Desa kembaran Wetan, Sumarno kepada cyber media lintas24.com

Satu Pedagang, Sarjono memgungkapkan, makanan yang dijual, mulai jajanan ringan khas desa, seperti cenil, lupis, combro, nagasari, dawet dan lainnya. Sedang makanan lain seperti buntil, pecel khas desa, sate ayam, nasi uduk dan banyak jenis lainnya, semuanya merupakan makanan khas desa.

“Harganya sangat terjangkau, boleh dibilang sangat murah. Ibaratnya dengan menukar uang Rp 10 ribu – Rp 20 Ribu sudah dapat membeli jajanan lumayan banyak dan kenyang. Usai lebaran, pasar Kampung Duku ini akan buka satu minggu sekali mulai pukul 06.30 hingga sekitar pukul 12 siang,”ungkap Sarjono

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si yang hadir disela-sela peresmian pasar kuliner itu menyambut baik pasar kuliner ndeso berbasis digital.

“Pasar ini merupakan model pasar digital atau  destinasi digital yang tengah digalakkan Kementerian Pariwisata.  Model promosinya mengandalkan media digital. Ada sejumlah spot selfi yang instagramable dan instagenic bisa digunakan pengunjung untuk diabadikan dan tentunya diunggah di media sosialnya,” kata Prayitno.

Prayitno menambahkan, bersama pengelola, setiap hari pasaran usai lebaran, nantinya akan disuguhkan seni tradisi seperti calung, thek-thek dan gamelan.

“Pengunjung selain menikmati makanan khas ndeso dibawah rindangnya pohon bambu, juga bisa menikmati seni tradisi Jawa.  Bagi pengunjung anak-anak, akan disipaakan juga dolanan bocah tempo dulu, seperti egrang, benthik, sunda manda dan permainan anak desa lainnya jaman dulu,” kata Prayitno.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!