Belajar Menggulung Rupiah Dengan Lilitan Dynamo

By: On: Dibaca: dibaca 60.84Rbx
Belajar Menggulung Rupiah Dengan Lilitan Dynamo

Eka Bagus Prayitno, siswa kelas  XI  MTs Muhammadiyah 1 Purbalingga

Tidak semua anak seusianya mengetahui penyebab kipas angin tidak mau berputar, apalagi mampu memperbaikinya. Namun, tidak bagi Eka Bagus Prayitno kelahiran 12 Oktober 2003 ini, Ia mampu mengetahui penyebab kipas angin tidak mau berputar dan sekaligus memperbaikinya. Berawal saat  masih duduk di kelas IV SD Negeri 3 Purbalingga Wetan, Eka mendapat tantangan dari Sang Bapak yang juga tukang reparasi dynamo untuk memperbaiki kipas angin yang macet. Eka dibimbing oleh Sang Bapak untuk mencari penyebab mati totalnya kipas angin. Dengan cermat, ia mendengarkan dan memperhatikan langkah-langkah menggulung Ulang (Rewinding), yang dimulai tahapan membongkar rumah stator, membongkar gulungan/kumparan, mengisolasi alur stator, menggulung/membuat kumparan pada papan mal, mamasang kumparan pada alur stator, menghubungkan  kumparan pada terminal dan terakhir mencoba kumparan. Setelah teori dan praktek diajarkan Sang Bapak, dengan bermodalkan obeng,  tangan mungil siswa mencoba secara mandiri memperbaiki kipas angin yang tidak bisa berputar. “Saat itu kipas angin macet, benar-benar tidak ada reaksi apapun setelah dihidupkan. Harus  gulung ulang dinamonya,”kenang anak pasangan Basuki dan Anis. Tanpa bertanya, Eka mencoba menyelesaikan perbaikan kipas angin, disaat menggulung dynamo kipas angin, diperlukan kesabaran,ketrampilan dan daya ingat tinggi agar tidak keliru dalam proses penghitungan dan memasukkan kawat yang dapat menyebabkan dynamo tidak bekerja dengan sempurna dan tahan lama. Pasalnya, kawatnya sangat halus dengan  jumlah yang lumayan banyak. Saat pengetesan 5 menit pertama, perlu meraba dynamo dengan tangan, jika  hanya terasa hangat kemudian di menit  berikutnya mulai terasa panas  tetapi masih mampu ditahan kulit tangan, berarti lilitan dynamo sukses dan bisa bertahan lama. Namun, jika di lima menit pertama pengetesan dynamo terasa sangat panas dan tercium bau sangit, berarti ada kesalahan saat proses lilitan atau keliru dalam penyambungan kawat. “Melilit kawat dynamo kipas angin tidaklah serumit yang dibayangkan, asalkan kita cermat dan sabar,”ungkap Eka yang tinggal di Perumahan Puri Tama Blok Q 13                        Purbalingga. Kini,  siswa kelas  XI  MTs Muhammadiyah  1 Purbalingga sudah mahir menyelesaikan lilitan dynamo tak hanya lilitan dynamo kipas angin, tetapi dynamo yang lain  seperti mesin cuci, pompa air, genset portable, blower outdoor AC dan dynamo mobil. Usai pulang sekolah, Eka panggilannya, telah meneguhkan tekadnya untuk menggulung Rupiah dengan lilitan dynamo atau kumparan motor listrik di bengkel reparasi dynamo yang terletak di pintu gerbang Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga.(mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!