BELAJAR IPS DENGAN METODE PROBLEM SOLVING – Nur Said Manfaluti, S.Pd.

By: On: Dibaca: 6,712x
BELAJAR IPS DENGAN METODE PROBLEM SOLVING – Nur Said Manfaluti, S.Pd.

Dalam kehidupan abad 21 yang serba maju, modern dan serba canggih seperti saat ini, pendidikan memegang peranan penting untuk menjamin kelangsungan hidup. Pendidikan merupakan suatu kekuatan yang dinamis dalam kehidupan setiap individu, yang mempengaruhi perkembangan fisiknya, daya, jiwa, sosial dan moralitasnya, atau dengan perkataan lain, pendidikan merupakan suatu kekuatan yang dinamis dalam mempengaruhi kemampuan, kepribadian dan kehidupan individu dalam pertemuan dan pergaulannya dengan sesama, serta hubungannya dengan Tuhan.

Selama ini, minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) masih tergolong sangat rendah. Hal ini dapat dilihat pada sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran tidak fokus dan ramai sendiri. Bahkan ada sebagian siswa yang menganggap mata pelajaran IPS tidak begitu penting dikarenakan tidak masuk pada mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional (UN)

Masih rendahnya hasil belajar IPS disebabkan oleh masih dominannya kemampuan menghafal daripada kemampuan memproses sendiri pemahaman suatu materi. Metode pembelajaran yang konvensional seperti menjelaskan materi secara abstrak, hafalan materi dan ceramah dengan komunikasi satu arah, yang aktif masih didominasi oleh guru, sedangkan siswa biasanya hanya duduk, diam, memfokuskan penglihatan dan pendengaran. Kondisi proses pembelajaran seperti inilah yang mengakibatkan siswa kurang aktif dan pembelajaran yang dilakukan kurang efektif. Di sini guru dituntut untuk pandai menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, inofatif, kreatif dan menyenangkan bagi siswa sehingga siswa kembali berminat mengikuti kegiatan proses pembelajaran.

Setiap proses belajar dan mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, alat, dan metode, serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau teknik untuk mengantarkan bahan pelajaran agar sampai kepada tujuan.

Penggunaan metode pembelajaran yang mengajarkan siswa dalam pemecahan masalah, terutama pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari masih kurang. Pengembangan metode pembelajaran tersebut sangat perlu dilakukan untuk menjawab kebutuhan keterampilan pemecahan permasalahan yang harus dimiliki oleh siswa. Metode problem solving atau pemecahan masalah sangat tepat digunakan dalam proses pembelajaran IPS. Metode problem solving atau sering disebut dengan nama Metode Pemecahan Masalah juga merupakan suatu cara dalam proses pembelajaran IPS yang merangsang seseorang untuk menganalisa dan melakukan sintesa dalam kesatuan struktur atau situasi di mana masalah itu berada.

Langkah- langkah metode ini antara lain:  (a) Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya. (b) Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Misalnya, dengan jalan membaca buku- buku, meneliti, bertanya, berdiskusi, dan lain- lain. (c) Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. Dugaan jawaban ini tentu saja didasarkan kepada data yang telah diperoleh, pada langkah kedua diatas. (d) Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam langkah ini siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. Apakah sesuai dengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai. Untuk menguji kebenaran jawaban ini tentu saja diperlukan metode-metode lainnya seperti, demonstrasi, tugas diskusi, dan lain-lain. Dan (e) Menarik kesimpulan. Artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah yang ada (Nana Sudjana, 1989: 85-86).

Kebaikan atau keuntungan dalam penerapan metode problem solving: (a) Mendidik murid untuk berfikir secara sistematis, (b) Mendidik berfikir untuk mencari sebab-akibat,  (c) Menjadi terbuka untuk berbagai pendapat dan mampu membuat pertimbangan untuk memilih satu ketetapan, (d) Mampu mencari berbagai cara jalan keluar dari suatu kesulitan atau masalah, (e) Tidak lekas putus asa jika menghadapi suatu masalah, (f) Belajar bertindak atas dasar suatu rencana yang matang, (g) Belajar bertanggung jawab atas keputusan yang telah ditetapkan dalam memecahkan suatu masalah, (h) Tidak merasa hanya bergantung pada pendapat guru saja, (i) Belajar menganalisa suatu persoalan dari berbagai segi, dan (j) Mendidik suatu sikap-hidup, bahwa setiap kesulitan ada jalan    pemecahannya jika dihadapi dengan sungguh-sungguh.

Sedangkan kelemahan atau kekurangan metode ini: (a) Memerlukan waktu yang cukup jika diharapkan suatu hasil keputusan yang tepat. Padahal kita ketahui bahwa jam-jam pelajaran selalu terbatas, (b) Dalam satu jam atau dua jam pelajaran mungkin hanya satu atau dua masalah saja yang dapat dipecahkan, sehingga mungkin sekali bahan pelajaran akan tertinggal, (c) Metode ini baru akan berhasil bila digunakan pada kurikulum yang berpusat pada anak dengan pembangunan semesta, dan bukan dari kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran seperti pada kurikulum konvensional/tradisional, dan (d) Metode ini tidak dapat digunakan di kelas- kelas rendahan karena memerlukan kecakapan bersoal-jawab dan memikirkan sebab akibat sesuatu. Hal ini disamaikan oleh Jusuf Djajadisastra (1982).

Omi Kartawidjada (1988) memberi beberapa saran dalam menggunakan metode ini sehingga kelemahan-kelemahan di atas bisa diatasi: (a) Perkenalkan kepada siswa beberapa masalah yang hampir sama, (b) Masalah yang diajukan harus cocok dengan tingkat kedewasaan serta tingkat keterampilan siswa, (c) Siswa harus melihat masalah itu sebagai sesuatu yang penting, (d) Bantulah siswa dalam mendefinisikan dan membatasi masalah yang akan dipelajari, (e) Teliti apakah bahan dari sumber cukup dan bisa didapatkan oleh siswa, (f) Berilah petunjuk dan pengarahan jika perlu tetapi jangan berlebih, dan (g) Bantulah siswa membuat kriteria sehingga evaluasi memadai.  .

Melalui metode problem solving diharapkan dapat lebih mempermudah memahami materi pelajaran pada proses pembelajaran IPS yang diberikan dan nantinya dapat mempertinggi kualitas proses pembelajaran yang selanjutnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

 

*) Penulis adalah Guru IPS SMP Negeri 2 Kalimanah

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!