Bawor Sepatu Rodaan, Dorong Terbentuknya PORSEROSI Purbalingga

By: On: Dibaca: dibaca 186.77Rbx
Bawor Sepatu Rodaan, Dorong Terbentuknya PORSEROSI Purbalingga

Rangkaian peringatan hari Jadi ke 184 Kabupaten Purbalingga ditutup dengan Pawai Budaya, beberapa waktu lalu. Pawai  menampilkan aneka seni tradisional Purbalinggan serta budaya unik dari  sejumlah Kabupaten di Jateng bagian Selatan.

Jika anda menyaksikan pawai budaya, anda pasti akan terkesan dengan barisan Bawor Sepatu Rodaan Bareng Waroeng Djoglo Ndalem Kanoman dengan nomer urut 55. Barisan yang terdiri dari 50 orang lengkap bersepatu roda itu mengusung tema dengan olahraga, anak muda bebas dari narkoba.

Pencetus Ide barisan bawor sepatu rodaan, Nugrah Tri Rahayu mengungkapkan, konsep pertama ini muncul karena rasa keprihatinannya terhadap anak muda yang terkesan meninggalkan olahraga.Padahal, apapun jenis olahraganya sangat penting untuk kesahatan jasmani dan rohani

“Barisan ini sekaligus kampanye sosialisasi olahraga sepatu roda di Purbalingga.

ungkap pemilik Waroeng Djoglo Ndalem Kanoman Purbalingga kepada lintas24.com

Nugrah menjelaskan, gerakan saat berolahraga dengan sepatu roda sangat aktif dan membuat seluruh organ tubuh bergerak, dari kaki yang mendorong, tangan yang seperti mendayung, dan tulang punggung yang sedikit membungkuk, menyebabkan 500 kalori yang dapat terbuang dalam waktu satu jam berolahraga non-stop. Hal ini sangat efektif untuk membuat tubuh menjadi idea.

“Tetapi, jangan kaget apabila saat berolahraga sepatu roda, perut jadi lebih mudah berbunyi alias menjadi lapar,”ungkap Nugrah.

Ia menambahkan, beberapa orang yang berpendapat, kalau main sepatu roda, resiko kecelakaannya besar.Hal ini disebabkan kurang pengamanan seperti helm, pelindung siku, dan pelindung lutut.

“Jadi, saya sarankan sebelum melakukan kegiatan ini, anda menggunakan pengaman yang memadai,”imbuhnya.

Nugrah berharap, tahun ini sudah dapat terbentuk wadah olahraga sepatu roda di Purbalingga.

“Sepatu roda ini sendiri termasuk olahraga yang cukup efektif dan murah modal, harga sepatu roda di pasaran berkisar antara 250 – 400 ribu rupiah, tetapi ada sebagian sepatu roda yang memiliki harga yang sangat tinggi karena didesain khusus untuk balapan/free style,”ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Purbalingga, Hery Sulistyono menyambut baik keinginan masyarakat untuk membentuk Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PORSEROSI).

“Saya apresiasi dan mendukung penuh munculnya kepengurusan PORSEROSI di Purbalingga,”kata Hery.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!