by

Bawaslu Purbalingga Temukan 1430 Data Pemilih Potensi Bermasalah

-Politik, Update-dibaca 4.29Rb kali | Dibagikan 19 Kali

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga menemukan 1430 data pemilih berpotensi bermasalah yakni 227 memilih Memenuhi Syarat (MS) tidak masuk ke dalam daftar pemilih dan 1203 pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) masuk ke dalam daftar pemilih

Kordinator Divisi Pengawasan dan Hubal Bawaslu Purbalingga, Misrad menyampaikan, berdasarkan hasil pengawasan dan pencermatan yang telah dilakukan oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Purbalingga dimulai dari tingkat Desa hingga kabupaten terhadap daftar pemilih pada Tahapan Coklit, masih ditemukan sejumlah data pemilih yang berpotensi bermasalah, setidaknya telah ditemukan

“Penyebab masih banyaknya temuan-temuan itu, salah satu faktornya adalah kurangnya pemahaman dan kurang cermatnya PPDP terkait pelaksanaan mekanisme tata cara dan prosedur pada tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) itu. KPU wajib menegaskan aturan-aturan yang sudah ditetapkan, prosedur serta memberikan pemahaman secara komprehensif kepada jajaran petugas pemutakhiran data pemilih,” ungkapnya.

Untuk temuan data-data pemilih berpotensi bermasalah itu lanjut Misrad, Selasa (28 Juli 2020), Bawaslu Purbalingga telah melayangkan surat ke KPU Purbalingga.

“Dalam surat tersebut Bawaslu Purbalingga meminta KPU Purbalingga untuk menganilisis dan menindaklanjuti sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Untuk diketahui, coklit data pemilih untuk Pilkada 2020, yang dimulai sejak 15 Juli 2020 oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), sudah berjalan hampir dua pekan. Selama proses coklit berlangsung, jajaran Bawaslu di Purbalingga intensif melakukan pengawasan secara langsung di lapangan, dan hasil pengawasannya di laporkan secara berjenjang dari mulai tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pusat.

 

 

Comment

Berita Lainnya