by

Banyak SD Negeri di Brebes Kekurangan Siswa. Dampak Keberhasilan Program Keluarga Berencana

-Bisnis, Pendidikan, Update-dibaca 15.22Rb kali | Dibagikan 61 Kali

Data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes menunjukan, terdapat sekira belasan Sekolah Dasar (SD) Negeri kekurangan siswa atau peserta didik usia 6 hingga tujuh tahun pada tahun ajaran 2018/2019.

“Untuk tahun ajaran saat ini, datanya memang belum masuk. Kalau tahun lalu, jumlah SD yang kekurangan peserta didik itu, tersebar hampir merata di 11 kecamatan. Rata-rata satu rombel per angkatan hanya 10 siswa,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dindikpora Brebes, Rojat, Rabu 17 Juli 2019.

Ia merinci, 13 SD yang kekurangan peserta didik di antaranya, di Kecamatan Banjarharjo, SDN 5 Malahayu, Kecamatan Bantarkawung, SDN Bangbayang 4, Kecamatan Brebes, SDN 11 Brebes, Kecamatan Jatibarang, SDN Pedes Lor 2, Kecamatan Paguyangan, SDN Pakujati 5, Kecamatan Losari, SDN Karangsembung 2, Kecamatan Salem, SDN Ganggawang 1, Kecamatan Songgom SDN Kemakmuran 2, Kecamatan Tanjung, SDN Tanjung 4, Kecamatan Tonjong, SDN Kutayu 2, SDN Watujaya, dan SDN Galuh Timur.

“Berdasarkan analisis Dindikpora, faktor utama yang menyebabkan banyaknya SDN kekurangan peserta didik lantaran jumlah populasi anak usia SD yang semakin tahun terus berkurang. Seperti di SDN Kutayu 2 Tonjong, tahun ini hanya dapet 1 siswa, tahun lalu nggak dapat siswa. Bahkan, delapan tahun belakangan jumlah siswa tak sampai 10 siswa baru per tahun ajaran baru,” katanya.

Selain itu, kata dia, faktor lainnya juga keberhasilan Pemerintah dalam program keluarga berencana.

“Tapi kami belum melihat sejauh yang kami prediksi seerti itu, kita akan turun ke lapangan untuk berusaha mengetahui lebih jauh hal seperti ini. Apalagi jumlah SD di Brebes mencapai 897 sekolah,” jelasnya.

Ia mengaku, belasan SDN yang kekurangan peserta didik akan berdampak pada proses KBM sehingga tak efektif dan efisien.

“Ke depan kami akan melakukan upaya regrouping yakni, penggabungan sekolah termasuk siswanya yang kurang dari 60 siswa per sekolahan. Mereka akan dipindah ke sekolah terdekat, termasuk guru PNS atau guru GT di mutasi ke sekolah yang membutuhkan tambahan pengajar. Untuk kepala sekolah akan kita tarik dulu menunggu penempatan,” pungkasnya

Comment

Berita Lainnya