Bank Sampah Cinta Bumi SMA N 1 Kutasari Kelola Sampah Secara Mandiri

By: On: Dibaca: 6,057x
Bank Sampah Cinta Bumi SMA N 1 Kutasari Kelola Sampah Secara Mandiri

Tepat satu tahun berdirinya Bank Sampah Cinta Bumi SMA N 1 Kutasari, sekolah meluncurkan program Gerakan Bank Sampah. Pada acara ini juga diberikan SK kepada 22 orang warga sekolah untuk menjadi pengurus Bank Sampah. Selain itu, untuk mendukung keberhasilan menjaga kebersihan di lingkungan sekolah juga dinobatkan Duta Lingkungan.

Direktur Bank Sampah SMA N 1 Kutasari Bambang S, mengungkapkan, SMA Negeri 1 Kutasari Purbalingga dalam satu pekan setidaknya ada sekitar 30 kantor besar sampah dihasilkan.Jika tidak ditangani dengan benar, maka sampah akan memberikan dampak buruk pada lingkungan.

“Satu hari 4 kantong sampah organik, pembersihan dua kali, pagi dan sore. Sedangkan sampah anorganik diambil dua hari sekali, jumahnya dua kantong. Di sini (sekolah, red) ada 500 peserta didik, dan 50 tenaga pendidik,” katanya kepada tabloid elemen Selasa (13/11).

Pihak sekolah bekerja sama dengan beberapa bank sampah di desa-desa yang ada di Purbalingga. Sehingga sampah yang dihasilkan selanjutnya disalurkan ke bank sampah yang sudah melakukan pengolahan.

Harapannya ke depan, Bank Sampah Cinta Bumi SMA N 1 Kutasari bisa memiliki mesin pengolahan. Sehingga, sampah yang dihasilkan bisa langsung diolah, dan bisa memberikan hasil yang lebih bermanfaat. Baru-baru ini, pihaknya mulai melakukan pengolahan sampah organik. Nantinya bisa dipergunakan untuk pemupukan tanaman di sekitar sekolah.

“Duta lingkungan itu berasal perwakilan kelas 36 siswa, perwakilan masing-masing eskul 25, OSIS 23, jadi total ada 84 duta lingkungan. Mereka sudah mengikuti diklat tentang pengelolaan sampah di sekolah,” katanya.

Kepala Sekolah SMA N 1 Kutasari, Dr Kuat Risyanto, mengatakan mendukung program pengelolaan sampah di sekolah. Pemberian SK kepada pengelola bank sampah dan duta lingkungan diharapkan bisa lebih memotivasi.

“Meskipun ada pengelola bank sampah dan duta lingkungan, tapi penangan sampah menjadi tanggung jawab semua. Diharapkan berangkat dari lingkup kecil yaitu sekolah bisa menanggulangi masalah sampah,” kata Kuat.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!