by

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang Sebut 2 Dari 334 Sampel Jajanan di Sekolah Berstatus Bahaya

-Bisnis, Update-dibaca 6.93Rb kali | Dibagikan 28 Kali

Maraknya jajanan dengan bahan-bahan pengawet dan berbahaya untuk dikonsumi bagi kesehatan di sekolah, memerlukan tindakan pemerintah untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Pasalnya, 2 dari 334 sampel jajanan yang terdapat di sekolah ada pada status bahaya

Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, I Gusti Ayu Adhi Atyapatni ketika memberikan materi pada acara rapat koordinasi pembentukan Tim Pengawasan Obat dan Makanan bagi seluruh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) yang ada di Jawa Tengah secara virtual, Selasa (11 Agustus 2020).

“Tidak hanya Jawa Tengah, angka tersebut juga sama secara nasional. Namun demikian kita juga harus tetap melakukan pengawasan terhadap makanan anak di sekolah,” katanya.

Ia juga menuturkan, bahwa Jawa Tengah tercatat menduduki peringkat kedua untuk konsumsi pangan dan obat berbahaya secara nasional setelah Jawa Barat. Hal ini sungguh mengkhawatirkan setelah pengambilan sampel makanan yang dilakukan oleh Balai Besar POM Semarang.

“Jawa Tengah ini peringkat dua konsumsi obat dan makanan bahaya setelah Jawa Barat sehingga hal ini menjadi tantangan kita bersama untuk keluar dari peringkat tersebut,” ujarnya.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Tengah, Imam Masykur yang mengikuti acara tersebut meminta kerja sama Pemkab atau Pemkot yang berada di Jawa Tengah untuk secepatnya membentuk Tim Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan Berbahaya. Hal tersebut adalah tindak lanjut dari Instrkusi Presiden, Peraturan Gubernur dan juga Surat Edaran Gubernur pada Oktober 2019.

“Baru 11 Kabupaten dan Kota yang membentuk sehingga kani meminta kepada Pemkab dan Pemkot lain untuk segera membentuk. Ini dilakukan semata untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat atau konsumen,” tuturnya.

Pemkab Purbalingga juga turut hadir dalam acara tersebut dan diwakili Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Kesehatan.

Comment

Berita Lainnya