Menu
Media Online Terpercaya

Bahaya Mencampur Bahan Kimia Obat ke Dalam Obat Tradisional

  • Share
Apt. Retno Nur Santi, S.Farm
Apt. Retno Nur Santi, S.Farm

Penggunaan obat tradisional saat ini dapat dijadikan alternatif dalam upaya preventif pada beberapa kasus penyakit.

Baca Juga: SBH Puskesmas Bojongsari, Karangtengah dan Karangreja Tampil Gemilang di Lomba Vlog Promosi Kesehatan Purbalingga

Seiring dengan maraknya penggunaan obat tradisional, masyarakat semakin mudah mendapatkan obat-obatan ini di pasaran.

Baca Juga: Hoax, Pasien BPJS Kesehatan Bisa Dirawat RS Bintang Lima

Masyarakat dapat membeli obat ini secara bebas di apotek, toko obat, supermarket ataupun tempat lain.

Baca Juga: Felicia Ayasha Zurafa Aushaf – Dokter Kecil Harus Mampu Berikan Informasi Kesehatan

Sebagian besar masyarakat berasumsi bahwa obat tradisional aman digunakan karena berasal dari bahan alami, tidak seperti obat kimia.

Baca Juga: Simak, Penjelasan Ka Satlantas Polres Purbalingga, Cara Gunakan Aplikasi SIM Online

Namun, apakah memang benar obat herbal pasti berkhasiat dan tanpa efek samping?

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan  sarian  (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Sampai saat ini Badan POM masih menemukan beberapa produk obat tradisional yang didalamnya dicampuri Bahan Kimia Obat (BKO).

BKO di dalam obat tradisional inilah yang menjadi selling point bagi produsen. Hal ini kemungkinan disebabkan kurangnya pengetahuan produsen akan bahaya mengkonsumsi bahan kimia obat secara tidak terkontrol

Baik dosis maupun cara penggunaannya atau bahkan semata-mata demi meningkatkan penjualan karena konsumen menyukai produk obat tradisional yang bereaksi cepat pada tubuh.

BKO atau bahan kimia obat adalah senyawa sintetis atau bisa juga disebut produk kimiawi yang  berasal dari  bahan alam yang umumnya digunakan untuk pengobatan modern.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *