by

Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Purbalingga Tak Dapat Dana Tambahan

-Politik, Update-dibaca 2.01Rb kali | Dibagikan 16 Kali

Tambahan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purbalingga, untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purbalingga 2020 dipastikan tak dapat digelontorkan untuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga

“Sebab, anggaran yang ada di APBD Kabupaten Purbalingga, tak ada ruang untuk penambahan anggaran tersebut,” ungkap Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan dan Hubungan antar lembaga Bawaslu Purbalingga Misrad di Kantor Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Jumat (3 Juli 2020) disela-sela Rapat Koordinasi Penyampaian Indeks Kerawanan Pemilu Pilkada 2020.

Ia mengungkapkan, sebelumnya, pihaknya mengajukan tambahan dana terkait adanya pandemi Covid-19 ke Pemkab Purbalingga. Namun, tak dikabulkan karena sudah tak ada ruang untuk penambahan dana bagi Bawaslu sekira Rp 400 juta..

“Tambahan dana itu, untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) Covid-19,” jelasnya.

Meski demikian, Bawaslu tak mempermasalahkan tak dikabulkannya tambahan anggaran tersebut. Sebab, pengadaan APD Covid-19 sudah dihandel oleh Bawasl RI.

“Setelah dipastikan tak mendapatkan tambahan dana dari APBD. Kami diminta Bawaslu Provinsi (Jawa Tengah) untuk mengajukan ke Bawaslu RI. Permohonan kami dikabulkan,” ujarnya.

Namun, Bawaslu Kabupaten Purbalingga tak mendapatkan bantuan anggaran dari Bawaslu RI. Melainkan, dalam bentuk kelengkapan APD. “Nilainya sekitar 1,2 milyar, dalam bentuk APD yang akan dikirimkan kepada kami. Pengadaan dilakukan oleh Bawaslu RI,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Purbalingga Subeno mengatakan, pihaknya belum mengabulkan tambahan dana dari Bawaslu RI. Total Bawaslu mengajukan tambahan dana Pilkada 2020, terkait pandemi Covid-19 sebesar Rp 400 juta.

Sementara itu, dalam rapat koordinasi tersebut, disebutkan bahwa indeks kerawanan Pemilu Pilkada 2020 di Kabupaten Purbalingga, masuk dalam kategori sedang. Kabupaten Purbalingga tidak termasuk dalam kategori daerah yang kerawannya tinggi dalam Pilkada serentak 2020, 9 Desember mendatang

 

 

Comment

Berita Lainnya